JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Gias Kumari Putra, SH, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah di wilayah RW 01 dan RW 03, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus RW, RT, LMK, FKDM, PKK, Dasawisma (Dawis), serta warga setempat yang antusias mengikuti sosialisasi terkait pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Respons Cepat Keluhan Warga Soal Sampah
Dalam kesempatan tersebut, Gias Kumari Putra menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai wakil rakyat yang responsif terhadap persoalan masyarakat, termasuk persoalan sampah yang sempat menjadi sorotan di wilayah Tambora.
Ia menyinggung kejadian penumpukan sampah beberapa waktu lalu yang dipicu oleh gangguan operasional di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akibat longsor, sehingga berdampak pada keterlambatan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah Jakarta Barat.
“Kami langsung merespons keluhan masyarakat dengan berkoordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup agar penanganan sampah segera dilakukan. Ini bentuk komitmen kami untuk hadir dan menyelesaikan persoalan warga,” tegas Gias.
Dorong Perubahan Pola Pikir Pengelolaan Sampah
Selain merespons persoalan darurat, Gias juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah dari tingkat rumah tangga.
Ia mengajak warga untuk mulai meminimalisir volume sampah serta melakukan pemilahan antara sampah organik dan non-organik sebagai langkah awal pengelolaan yang lebih efektif.
“Masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu kesadaran bersama dari masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Perkuat Peran Bank Sampah di Tingkat RW
Lebih lanjut, Gias mendorong peran aktif pengurus wilayah seperti RW, RT, PKK, dan Dasawisma dalam memfasilitasi pembentukan dan penguatan bank sampah sebagai solusi konkret di tingkat komunitas.
Menurutnya, keberadaan bank sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sinergi Warga dan Pemerintah Jadi Kunci
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang menjadi tantangan di wilayah padat seperti Tambora.
Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan pengelolaan sampah di Jakarta Barat dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Laporan: Samuti


