JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Barat menggelar kegiatan Silaturahim Halalbihalal Keluarga Besar Muhammadiyah yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan di Masjid Raya Muhammadiyah Al-Isro, Jl. Tanjung Duren Raya No. 1, Kecamatan Grogol Petamburan, Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan 1447 H sekaligus momentum mempererat silaturahim antar pengurus, anggota, dan warga Muhammadiyah se-Jakarta Barat.
Bangun Energi Baru Pasca-Ramadan
Ketua PDM Jakarta Barat, Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa Halalbihalal menjadi titik awal untuk membangun kembali semangat perjuangan Muhammadiyah dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih.
“Halalbihalal adalah energi baru setelah Ramadan. Dengan hati yang saling memaafkan, kita bisa kembali fokus menggerakkan Muhammadiyah secara harmonis dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus Muhammadiyah dan organisasi otonom (Ortom) di berbagai tingkatan untuk lebih proaktif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh pimpinan, baik di tingkat ranting, cabang, maupun daerah, dapat berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sejarah Halalbihalal dalam Tradisi Muhammadiyah
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Muhammadiyah DKI Jakarta, Dr. Ahmad H. Abu Bakar, MM., memaparkan sejarah istilah Halalbihalal dalam tradisi Muhammadiyah.
Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut telah muncul sejak awal abad ke-20.
“Istilah Halalbihalal sudah dimuat dalam majalah Suara Muhammadiyah sejak tahun 1924 dengan sebutan ‘chalal bichalal’. Kemudian pada 1948, istilah ini dipopulerkan secara nasional oleh KH. Wahab Chasbullah bersama Presiden Sukarno,” jelasnya.
Pesan Spiritual dari Bendahara Umum PP Muhammadiyah
Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Prof. H. Hilman Latief, MA., PhD., Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang mengangkat tema “Membersihkan Hati, Menguatkan Silaturahim.”
Dalam ceramahnya, Prof. Hilman mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk tidak hanya unggul dalam perencanaan program, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan emosional dalam menjalankannya.
“Kita bukan hanya dituntut pintar membuat program kerja, tetapi juga harus cerdas secara spiritual dan emosional dalam melaksanakannya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kebijakan terbaru dari Majelis Tarjih PP Muhammadiyah terkait pelaksanaan ibadah kurban bagi jamaah haji.
“Kini qurban jamaah haji dapat dilaksanakan di tanah air. Karena itu, PP Muhammadiyah mengimbau jamaah haji dari Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk berkurban di Indonesia,” jelasnya.
Perkuat Silaturahim dan Sinergi
Kegiatan Halalbihalal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah, mempererat sinergi organisasi, serta membangun komitmen bersama untuk terus menghadirkan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang memberi manfaat luas bagi umat dan masyarakat.
Acara berlangsung dengan lancar, penuh kekhidmatan, serta diwarnai suasana kebersamaan hingga selesai. (AZN)



