JAKARTA, infoDKJ.com | Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamansari resmi menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan I periode 2026–2029 di Masjid Jami Al-Mustaqim, Kelurahan Pinangsia, Jakarta Barat, Jumat hingga Ahad (08–10 Mei 2026).
Mengusung tema “Membentuk Kader Pemimpin yang Berakhlaq, Berilmu, dan Berkhidmat”, kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai wilayah di Kecamatan Tamansari yang siap digembleng menjadi kader muda Nahdlatul Ulama yang tangguh, moderat, dan berjiwa pengabdian.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DKM Masjid Jami Al-Mustaqim KH. Dede Nurdiansyah, Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat Servian Ramadhan, Ketua MUI Kecamatan Tamansari Ustadz Saifuddin Aji, Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby Mochammad Zulfikar, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus Ansor lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Jami Al-Mustaqim KH. Dede Nurdiansyah menyampaikan pentingnya kaderisasi sebagai upaya menjaga keberlangsungan perjuangan ulama dan organisasi.
“Ansor harus terus melahirkan generasi muda yang kuat akidahnya, baik akhlaknya, serta mampu menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting mulai dari kepemimpinan organisasi, wawasan kebangsaan, Aswaja An-Nahdliyah, toleransi antarumat beragama, hingga kewirausahaan dan kebanseran.
Materi kepemimpinan dan organisasi dibawakan oleh Sahabat Imam Rifa’i dan H. Muhammad Muhadzab yang menekankan pentingnya loyalitas, integritas, serta kemampuan kader Ansor dalam menjadi solusi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby Mochammad Zulfikar dalam materinya mengajak generasi muda untuk menjaga moderasi beragama serta aktif menangkal paham radikalisme dan intoleransi.
“Pemuda memiliki peran strategis menjaga keamanan dan persatuan bangsa. Ansor harus menjadi pelopor kedamaian di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menariknya, materi toleransi dan keberagaman juga menjadi perhatian khusus dalam pelatihan tersebut. Bang Emanuel Victor menegaskan bahwa keberagaman harus dijadikan kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan saling menghormati.
Selain penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan, peserta juga dibekali materi kewirausahaan oleh Krisfani Hermanto guna mendorong lahirnya kader Ansor yang mandiri secara ekonomi.
Di akhir kegiatan, Komandan Supardi memberikan materi Kebanseran yang menegaskan peran Banser sebagai benteng ulama, penjaga NKRI, sekaligus pelayan masyarakat dalam berbagai situasi sosial maupun kemanusiaan.
Ketua Panitia Pelaksana Karno Arwa Dinata berharap PKD Angkatan I ini mampu melahirkan kader-kader muda yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan masyarakat.
“Kami ingin kader Ansor yang lahir dari PKD ini menjadi pemimpin yang santun, berakhlak, memiliki wawasan luas, serta siap hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme peserta, menjadi simbol bangkitnya semangat kaderisasi pemuda Nahdlatul Ulama di wilayah Tamansari, Jakarta Barat. (Yansen)




