JAKARTA, infoDKJ.com | Estafet kepemimpinan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kembangan resmi dimulai untuk masa khidmat 2026–2031. Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Yaskum Indonesia, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pengurus baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat sinergi lintas elemen, serta merumuskan arah perjuangan NU di wilayah Kembangan lima tahun ke depan.
Suasana religius dan nasionalis terasa kental dengan rangkaian acara seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathan. Ratusan jamaah, pengurus NU, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah turut hadir memadati lokasi acara.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Lintas Sektor
Sejumlah tokoh nasional dan pejabat turut menghadiri kegiatan ini, di antaranya Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., anggota DPR RI Erwin Aksa, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Hj. Inad, serta dari Fraksi PKB H. Ruslan. Hadir pula unsur pemerintahan dan keamanan seperti Camat Kembangan, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Satpol PP, serta jajaran PCNU Jakarta Barat dan perwakilan MWCNU se-Jakarta Barat.
Selain pelantikan pengurus inti, dilakukan juga pengukuhan lembaga-lembaga NU seperti LAZISNU, LPBI NU, Lakpesdam, LBM NU, LDNU, dan LPNU sebagai bentuk kesiapan organisasi bergerak lebih terstruktur dan profesional.
Komitmen Khidmat dan Penguatan Organisasi
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kembangan, M. Asnawi, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus menjadi wadah pengabdian yang dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab moral.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesiapan kita melanjutkan perjuangan para pendiri NU demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Sementara itu, Rois MWCNU Kembangan, Syaiful Fauzi, menekankan pentingnya menjaga tiga pilar utama NU: fikrah, harakah, dan amaliyah Nahdliyah.
Pesan Kepemimpinan dan Ukhuwah
Ketua PCNU Jakarta Barat, KH. Agus Salim, mengingatkan pentingnya kepemimpinan berbasis ilmu dan adab serta menjaga tiga ukhuwah: basyariyah, wathaniyah, dan diniyah.
Rois Syuriyah PCNU Jakarta Barat, KH. Ahmad Mahrus Iskandar, menambahkan bahwa khidmat di NU adalah bentuk pengabdian spiritual yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan ketawadhuan.
Tausiyah KH. Said Aqil: Pentingnya Moderasi
Dalam tausiyahnya, KH. Said Aqil Siradj menekankan pentingnya memahami agama secara utuh dan moderat.
Ia mengingatkan agar NU terus menjaga Islam rahmatan lil ‘alamin, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan zaman.
Lanjut Musker I
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja I (Musker I) pada Minggu (3/5/2026) di Cikereteg, Jawa Barat, guna merumuskan program kerja periode mendatang.
Fokus program meliputi:
- Dakwah: penguatan Ahlussunnah wal Jama’ah
- Pendidikan: peningkatan kualitas SDM
- Ekonomi: pemberdayaan UMKM dan ekonomi jamaah
Siap Jadi Garda Harmoni Sosial
Dengan pelantikan ini, MWCNU Kembangan menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai pelayan umat sekaligus perekat persatuan bangsa.
NU di tingkat kecamatan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai keislaman yang moderat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjawab tantangan masyarakat modern dengan pendekatan yang inklusif dan menyejukkan. (Yansen)




