Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik dalam suasana khidmat yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja (Musker), sebagai momentum konsolidasi organisasi dan penegasan arah perjuangan NU dalam menjawab tantangan zaman.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat serta dihadiri jajaran pengurus, badan otonom (Banom), lembaga NU, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil, ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathon, yang menambah nuansa religius sekaligus nasionalis dalam kegiatan tersebut.
Ketua MWCNU Cengkareng terlantik, KH. Joko Supriyanto, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi secara kolektif dan penuh tanggung jawab demi kemajuan jam’iyah dan pelayanan kepada umat.
“Kami siap menjalankan amanah hasil Musker dan bersinergi dengan seluruh banom serta lembaga demi kemajuan jam’iyah dan pelayanan kepada umat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Barat, KH. Agus Salim, S.E., menekankan pentingnya soliditas dan gerak cepat kepengurusan baru dalam melayani masyarakat.
“Ini adalah awal khidmat. Pengurus baru harus segera bekerja melayani umat dan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah di Jakarta Barat,” tegasnya.
Pesan spiritual juga disampaikan Rois Syuriah PCNU Jakarta Barat, KH. Mahrus Iskandar, B.Sc., yang mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat di NU.
“Kecil perbuatan kita, tetapi besar niat kita lillahi ta’ala. Insya Allah menjadi amal besar dan menjadikan NU tetap sebagai organisasi terbesar di dunia,” tuturnya.
Dalam tausiyah penguatan organisasi, Dr. KH. Mujib Qulyubi mengajak seluruh pengurus menjaga kejernihan hati, kebersamaan, dan loyalitas terhadap keputusan organisasi. Ia juga menegaskan pentingnya mendengarkan ulama sebagai pewaris para nabi (waratsatul anbiya).
“Keputusan organisasi adalah keputusan bersama yang harus dijalankan bersama-sama. Dengarkan dan taati ulama,” ungkapnya.
Acara pelantikan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Sabeni selaku Mustasyar Katib PCNU Jakarta Barat.
Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja (Musker) yang dibuka secara resmi oleh KH. Agus Salim, S.E. Forum tersebut membahas tata tertib sidang, pembentukan komisi program kerja, hingga penyusunan rekomendasi organisasi.
Dari hasil Musker, MWCNU Kecamatan Cengkareng menetapkan dua program strategis utama untuk periode 2026–2031, yaitu:
- Penguatan ekonomi umat
- Digitalisasi dakwah
Program penguatan ekonomi umat diarahkan pada pemberdayaan usaha mikro warga Nahdliyin, pengembangan jaringan ekonomi jamaah, serta penguatan koperasi berbasis komunitas.
Sedangkan digitalisasi dakwah difokuskan pada pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, menyejukkan, dan dekat dengan generasi muda.
Kegiatan ditutup dengan penetapan hasil sidang pleno serta doa bersama sebagai tanda dimulainya masa khidmat baru kepengurusan MWCNU Kecamatan Cengkareng periode 2026–2031. (Yansen)





