JAKARTA, infoDKJ.com | Empat calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) masa bakti 2026–2029 memaparkan visi, misi, dan gagasan strategis mereka dalam ajang debat kandidat yang digelar di Studio Grand Metro TV, Lantai 3, Jalan Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (3/6/2026) malam.
Debat yang mengangkat tema "Menggalang Kekuatan Investasi, Hilirisasi, Pembiayaan, dan Pasar Tahun 2026" tersebut dihadiri sekitar 400 peserta, terdiri dari pengurus HIPMI, anggota, pendukung kandidat, serta para tokoh nasional dan pelaku usaha.
Acara bergengsi itu turut dihadiri Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mantan Menteri Keuangan RI Chatib Basri, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, CEO Bakrie Group sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta sejumlah tokoh dunia usaha lainnya.
Debat menjadi salah satu tahapan penting menjelang pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI yang akan menentukan arah organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia untuk tiga tahun ke depan.
Empat kandidat yang tampil dalam debat tersebut adalah Reynaldo Bryan (nomor urut 1), Ade Jona Prasetyo (nomor urut 2), Afifuddin Kalla (nomor urut 3), dan Anthony Leong (nomor urut 4). Masing-masing kandidat didampingi sekitar 50 pendukung yang mendapatkan akses menyaksikan jalannya debat secara langsung di dalam studio.
Adu Gagasan untuk Masa Depan Pengusaha Muda
Dalam sesi penyampaian visi dan misi, para kandidat menawarkan berbagai konsep pengembangan organisasi dan penguatan peran pengusaha muda dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Reynaldo Bryan menekankan pentingnya memperluas akses pengusaha daerah menuju pasar internasional serta memperkuat hilirisasi ekonomi yang mampu memberikan dampak nyata hingga ke tingkat daerah.
"Saya datang bukan hanya membawa teori, tetapi pengalaman. HIPMI harus menjadi organisasi yang mampu membuka jalan bagi pengusaha muda Indonesia masuk ke pasar global dan meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat," ujarnya.
Sementara itu, Ade Jona Prasetyo menyoroti kemajuan sistem pembayaran digital Indonesia yang kini telah digunakan di sejumlah negara. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha muda.
"Kita harus menjadi pemain utama, bukan sekadar pasar. Saya akan memperjuangkan peningkatan akses pembiayaan agar pengusaha muda memiliki ruang tumbuh yang lebih besar," katanya.
Afifuddin Kalla dalam paparannya menekankan pentingnya hilirisasi ekonomi hingga ke tingkat daerah. Menurutnya, pembangunan ekonomi nasional harus memberikan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
"Kita tidak hanya melihat persoalan, tetapi harus menciptakan nilai tambah. Hilirisasi harus menyentuh ekonomi menengah ke bawah dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di setiap daerah," ungkapnya.
Sedangkan Anthony Leong menekankan perlunya membangun ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan dengan memperkuat hilirisasi berbasis sumber daya alam serta mendorong Indonesia menjadi pemain kelas dunia.
"Kita harus mengawal pembangunan ekonomi jangka panjang dan memperkuat fondasi ekonomi nasional agar mampu bersaing di tingkat global," ujarnya.
Debat Lima Segmen
Debat dipandu oleh moderator Yohana Otonk Setiabudi dan Gadis Bianca. Jalannya debat dibagi ke dalam lima segmen yang mencakup penyampaian visi-misi, pertanyaan panelis, pendalaman isu strategis, tanya jawab antar kandidat, hingga penyampaian pernyataan penutup.
Tiga panelis yang memberikan pertanyaan dan masukan strategis kepada para kandidat adalah Raja Sapta Oktohari, Mari Elka Pangestu, dan Fithra Faisal Hastiadi.
Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari penguatan investasi nasional, hilirisasi industri, akses pembiayaan bagi UMKM dan pengusaha muda, hingga strategi memperluas pasar domestik maupun internasional.
Pengamanan Ketat dan Kondusif
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, jajaran kepolisian dan unsur pengamanan lainnya menerjunkan lebih dari 200 personel gabungan yang terdiri dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya, Brimob Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, unsur TNI, hingga pengamanan internal Metro TV.
Apel pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha Ferdianto.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.
Debat yang berakhir sekitar pukul 21.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi para kandidat untuk meyakinkan anggota HIPMI mengenai visi dan program kerja yang akan mereka usung dalam membawa organisasi menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun global di masa mendatang.
Melalui adu gagasan dan pemaparan program strategis, para calon ketua umum menunjukkan komitmen mereka untuk menjadikan HIPMI sebagai organisasi yang semakin kuat dalam mendorong lahirnya pengusaha muda yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat internasional. (Aris PJ)


