Jakarta Barat, infoDKJ.com | Upaya meningkatkan perlindungan bagi pekerja sektor informal sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan terus digencarkan melalui Deklarasi PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) yang digelar di Taman Baca RW 02, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pekerja sektor informal, pengemudi ojek daring, pedagang, buruh, serta warga sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Lala Komalawati selaku narasumber, Ramdani Anshori selaku Ketua Panitia, Vinousa sebagai pembawa acara, Muhammad Angga sebagai pembaca doa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, doa bersama, sambutan dari BPJS Ketenagakerjaan, arahan dari koordinator kegiatan mengenai pentingnya menjaga situasi nasional dan mendukung program pemerintah, dilanjutkan sosialisasi, diskusi interaktif, serta ditutup dengan makan siang dan pembagian uang transport kepada peserta.
Dalam pemaparannya, Lala Komalawati menjelaskan bahwa PERISAI hadir sebagai perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan edukasi sekaligus memperluas kepesertaan jaminan sosial bagi pekerja, khususnya di sektor informal yang memiliki tingkat risiko kerja cukup tinggi.
Ia menekankan bahwa setiap pekerja memiliki risiko yang tidak dapat diprediksi, mulai dari kecelakaan kerja hingga meninggal dunia. Karena itu, perlindungan jaminan sosial menjadi kebutuhan yang sangat penting agar pekerja dan keluarganya tetap memiliki kepastian ekonomi ketika menghadapi musibah.
"PERISAI hadir untuk memberikan perlindungan bagi para pekerja. Ketika terjadi kecelakaan kerja maupun risiko lainnya, peserta akan memperoleh manfaat berupa pembiayaan pengobatan, santunan selama tidak mampu bekerja, hingga santunan kematian bagi ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Lala.
Ia juga mengajak seluruh pekerja, mulai dari buruh, pedagang, pengemudi ojek daring, kurir, hingga pelaku usaha sektor informal lainnya untuk segera menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan agar dapat bekerja dengan lebih aman dan tenang.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ramdani Anshori, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mendukung berbagai program pemerintah demi terciptanya situasi nasional yang aman dan kondusif.
Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan nasional. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
"Di era digital saat ini kita harus bijak menyikapi setiap informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum tentu benar. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung berbagai program pemerintah demi kemajuan bangsa," ujar Ramdani.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Melalui kolaborasi, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan, Indonesia diyakini akan mampu menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan masyarakat yang aman, maju, adil, dan sejahtera.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan mengenakan atribut kegiatan sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung perlindungan pekerja serta menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
Melalui Deklarasi PERISAI Jakarta Barat ini diharapkan semakin banyak pekerja sektor informal yang memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sekaligus tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga keamanan, persatuan, dan mendukung program-program pembangunan pemerintah demi kesejahteraan bersama. (Dan)


