Jakarta Barat, infoDKJ.com | Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menggelar kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kader di SDI Al Falah 2, Jalan Pos Pengumben, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, pada Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan ini Ketua PCNU Jakarta Barat beserta jajaran, Rais dan Katib MWC NU Kebon Jeruk, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kebon Jeruk beserta pengurus, Mustasyar MWC NU, utusan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Kebon Jeruk, Banom Ansor dan Banser, IPNU, IPPNU, Muslimat NU, serta Fatayat NU.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars Syubbanul Wathan sebagai bentuk kecintaan terhadap agama dan tanah air.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kebon Jeruk, H. Amru Zuhri, S.Kom., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan pelatihan dan pembinaan kader dapat terlaksana dengan baik.
"Terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan panitia yang telah bekerja sama. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti materi dengan sungguh-sungguh sehingga memberikan manfaat bagi organisasi dan umat," ujar H. Amru Zuhri.
Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Barat, KH. Agus Salim, menekankan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia Nahdlatul Ulama yang memiliki kekuatan spiritual, intelektual, serta keikhlasan dalam mengemban amanah organisasi.
"Pengurus NU harus memiliki mental spiritual yang kuat serta intelektual yang memadai. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun harus disikapi dengan lapang dada. Kepentingan organisasi harus diutamakan di atas kepentingan pribadi dan ego masing-masing," tegasnya.
Pada sesi materi pertama, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH. Drs. Anshari Yakub, M.A., yang dimoderatori oleh Ustaz Dr. Kayis, menyampaikan materi tentang Keaswajaan (Ahlussunnah wal Jamaah). Ia menjelaskan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Aswaja sebagai fondasi dalam kehidupan beragama yang moderat, toleran, dan menjaga persatuan umat.
Materi kedua disampaikan oleh Ketua Baznas DKI Jakarta, Gus Bahauddin, dengan moderator Ustaz Ridholloh Ismat. Dalam paparannya, ia menjelaskan sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menjaga agama dan negara serta pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah dalam melayani masyarakat.
Adapun materi ketiga disampaikan oleh Wakil Ketua PCNU Jakarta Barat Bidang Keorganisasian, Ustaz Nurul Huda, dengan moderator Ustaz Kholil Muttaqien. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama lahir dari kepedulian para ulama terhadap umat, bangsa, dan tanah air.
"NU adalah Islam Nusantara yang tumbuh dari semangat para ulama dalam membela negeri, melawan penjajahan, menjaga serta mengisi kemerdekaan, sekaligus merawat peradaban dengan menghadirkan Islam yang rahmatan lil 'alamin," ungkapnya.
Melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan kader ini, MWC NU Kebon Jeruk berharap dapat melahirkan kader-kader Nahdlatul Ulama yang memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, semangat pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen menjaga persatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan kondusif hingga acara ditutup pada sore hari. (Yansen)





