Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat resmi membuka kegiatan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKNU) Angkatan V pada Jumat (26/6/2026) pukul 14.00 WIB di Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari, Jalan Daan Mogot KM 14,5 No.14, RT.3/RW.14, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Pengurus Cabang NU, para kiai, serta kader NU dari berbagai wilayah.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH. Muhyiddin Ishaq, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta Dr. KH. Syamsul Ma'arif, Wakil Ketua BAZNAS (Bazis) DKI Jakarta Ir. H. Muhammad Bahaudin, S.Pd.I., S.E., Rais Syuriyah PCNU Jakarta Barat KH. Ahmad Mahrus Iskandar, Ketua PCNU Jakarta Barat KH. Agus Salim, Ketua PCNU Jakarta Utara KH. Agus Muslim, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat Firmanudin Ibrahim, serta jajaran PWNU dan PCNU.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dari Fatayat NU PC Jakarta Barat, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan yang menambah semangat kebangsaan dan kecintaan kepada Nahdlatul Ulama.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Jakarta Barat KH. Agus Salim menegaskan bahwa keikhlasan merupakan fondasi utama perjuangan para pengurus NU.
«"Kalau pengurus NU bergerak dengan ikhlas, maka Allah akan memberikan keberkahan sebagaimana munajat para muassis Nahdlatul Ulama. NU didirikan oleh para ulama besar yang dekat kepada Allah dan berwasilah kepada Rasulullah SAW," ujarnya.»
Ia juga menekankan bahwa seorang pemimpin NU harus memiliki empat karakter utama, yakni religius dan mampu mengaji, memahami batas halal dan haram, beradab kepada guru, serta memiliki jiwa humanis dengan mengedepankan empati dan mampu mengayomi sesama pengurus.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta Dr. KH. Syamsul Ma'arif menegaskan pentingnya loyalitas organisasi dan kesiapan kader dalam menjalankan amanah.
Menurutnya, kader NU harus siap menerima keputusan pimpinan, khususnya arahan Rais, karena organisasi tidak akan kuat tanpa ditopang kader yang aktif, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian.
"Kader NU harus siap memikul tanggung jawab, aktif dalam organisasi, rela berkorban sesuai kemampuan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam urusan keagamaan maupun kemasyarakatan. Mereka yang berkhidmah dengan ikhlas akan memperoleh derajat di sisi Allah SWT. Jika kemudian mendapatkan kedudukan di dunia, itu hanyalah bonus," ungkapnya.
Pembukaan PD-PKNU Angkatan V secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat Firmanudin Ibrahim. Prosesi ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH. Muhyiddin Ishaq, memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian pendidikan kader.
Kegiatan pembukaan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh peserta untuk melahirkan kader-kader Nahdlatul Ulama yang berintegritas, berilmu, berakhlak, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
PD-PKNU Angkatan V ini diharapkan menjadi wadah strategis dalam mencetak kader penggerak NU yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta semangat khidmah yang kuat dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.
(Yansen)




