Jakarta, infoDKJ.com | Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menggelar kegiatan Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Verifikasi STBM Tahun 2026 pada Selasa (30/6/2026), pukul 08.30–11.00 WIB, di Aula Lantai 3 Kantor Kelurahan Kelapa Dua.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan warga.
Acara dihadiri oleh Lurah Kelapa Dua Elfin Ridho Putra, Kasi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Kelapa Dua Bangun Wiryawan, Kepala Puskesmas Pembantu Kelapa Dua drg. Cindy Setyaningsih, Tim Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk yang dipimpin Adi beserta jajaran, petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Pembantu Kelapa Dua Liaroni, Tim Penggerak PKK Kelurahan Kelapa Dua, serta perwakilan kader Dasawisma dari RW 01 hingga RW 08.
Dalam sambutannya, Lurah Kelapa Dua Elfin Ridho Putra menekankan pentingnya peran kader Dasawisma sebagai ujung tombak pendataan kondisi sanitasi di lingkungan masing-masing. Ia berharap seluruh kader dapat melakukan pendataan secara akurat terhadap warga yang masih belum memiliki septic tank sendiri.
Menurutnya, salah satu target utama Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah menghapus praktik buang air besar sembarangan, khususnya yang masih membuang limbah langsung ke aliran sungai atau kali.
"Kami berharap para kader Dasawisma dapat mendata secara menyeluruh apakah masih ada warga yang belum memiliki septic tank. Target pemerintah adalah tidak ada lagi masyarakat yang membuang air besar langsung ke kali, dan setiap kepala keluarga memiliki fasilitas sanitasi yang layak," ujar Elfin Ridho Putra.
Selanjutnya, Tim Kesehatan Lingkungan dari Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk menyampaikan paparan mengenai konsep STBM, indikator keberhasilan program, serta pentingnya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Materi sosialisasi juga menjelaskan bahwa sanitasi yang baik tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menekan risiko penyebaran berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, tifoid, dan infeksi saluran pencernaan lainnya.
Melalui kegiatan verifikasi ini, pemerintah bersama tenaga kesehatan melakukan evaluasi terhadap capaian program STBM sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader Dasawisma dalam mewujudkan Kelurahan Kelapa Dua yang bebas dari praktik buang air besar sembarangan serta memiliki sanitasi yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung tertib, interaktif, dan mendapat respons positif dari seluruh peserta yang berkomitmen mendukung suksesnya program sanitasi di wilayah Kelurahan Kelapa Dua demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
(Yansen)




