Makassar, infoDKJ.com | Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan sosial di kawasan Indonesia Timur melalui penyelenggaraan Upgrading Pimpinan dan Rapat Koordinasi Regional IV Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Makassar, pada 10–12 Juli 2026.
Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah gerakan sosial, memperkuat kolaborasi antardaerah, sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai Al-Ma'un sebagai fondasi pelayanan sosial Muhammadiyah.
Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan Muhammadiyah mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan tidak boleh menggeser perhatian terhadap pelayanan sosial yang selama ini menjadi salah satu identitas utama persyarikatan. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat rentan merupakan ruh gerakan Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan.
"Marwah Al-Ma'un harus tetap dijaga. Muhammadiyah menjadi besar bukan semata-mata karena kekuatan amal usahanya, tetapi karena keikhlasan warganya dalam melayani dan memberdayakan masyarakat," ujarnya.
Mariman menjelaskan bahwa tantangan kesejahteraan sosial di Indonesia terus berkembang sehingga memerlukan pendekatan yang lebih kolaboratif dan adaptif. Karena itu, forum regional tidak sekadar menjadi agenda koordinasi organisasi, melainkan wahana untuk menyamakan visi, menyusun strategi bersama, dan memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menjawab persoalan sosial yang semakin kompleks.
Ia menekankan bahwa teologi Al-Ma'un mengajarkan dakwah yang diwujudkan melalui aksi nyata. Spirit tersebut mendorong Muhammadiyah untuk terus hadir mendampingi fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, lanjut usia, korban bencana, hingga kelompok masyarakat yang mengalami kerentanan sosial.
Kegiatan bertema "Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi MPKS Regional IV dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial yang Inklusif dan Berkelanjutan" ini diikuti oleh 28 peserta yang mewakili MPKS dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Luwu Timur, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat Daya. Kawasan tersebut memiliki karakteristik sosial yang beragam sehingga membutuhkan pola pelayanan yang kontekstual sekaligus terintegrasi.
Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari peningkatan kapasitas kepemimpinan, diskusi strategis, sinkronisasi program, evaluasi pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah mengenai pengembangan pelayanan sosial berbasis komunitas, penguatan kelembagaan, dan inovasi pelayanan kepada kelompok rentan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., mengajak seluruh jajaran MPKS untuk terus memperkuat gerakan pelayanan sosial sebagai bagian integral dari dakwah Muhammadiyah. Menurutnya, pelayanan sosial harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan sehingga manfaat Muhammadiyah semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Penanggung Jawab Wilayah IV Program Upgrading dan Rapat Koordinasi, Prof. Dr. Solikhah, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa forum tersebut berhasil memperkuat harmonisasi antara MPKS Pimpinan Pusat dan MPKS wilayah. Sinkronisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memperkuat tata kelola organisasi di seluruh kawasan Indonesia Timur.
Selain memperkuat koordinasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya MPKS PP Muhammadiyah untuk mendorong transformasi pelayanan sosial yang lebih inovatif, berbasis keluarga dan komunitas, serta menjangkau kelompok-kelompok rentan secara lebih luas. Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan pelayanan sosial Muhammadiyah yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai fokus utama gerakan.
Melalui penguatan sinergi lintas wilayah, Muhammadiyah berharap pelayanan sosial di kawasan Indonesia Timur semakin terintegrasi, adaptif, dan berdampak nyata. Dengan tetap menjadikan nilai-nilai Al-Ma'un sebagai landasan gerakan, Muhammadiyah berkomitmen menghadirkan pelayanan sosial yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberdayakan masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri, berkeadilan, dan berkemajuan. (Yansen)


