JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Ketua Dewan Pembina DPP LBH JANGKAR Jap Tjok Wey, SE menegaskan bahwa kehadiran dan berkembangnya LBH JANGKAR harus diiringi dengan komitmen kuat terhadap profesionalisme, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peresmian DPW LBH JANGKAR Jakarta Barat yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Menurut Jap Tjok Wey, pembentukan DPW di Jakarta Barat bukan sekadar memperluas struktur organisasi, tetapi harus menjadi langkah nyata untuk memperkuat pelayanan dan akses masyarakat terhadap keadilan.
“LBH JANGKAR harus hadir sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus dibangun melalui kerja nyata, integritas, profesionalisme, dan keberanian untuk memperjuangkan keadilan sesuai koridor hukum.”
Ia menekankan, setiap jajaran LBH JANGKAR harus memahami bahwa keberadaan lembaga bantuan hukum membawa tanggung jawab moral yang besar. Masyarakat yang datang mencari bantuan hukum umumnya sedang menghadapi persoalan yang membutuhkan kepastian, pendampingan, serta solusi yang tepat.
“Ketika masyarakat datang kepada kita, mereka membawa persoalan dan harapan. Karena itu, jangan pernah menjadikan persoalan hukum masyarakat sebagai sekadar urusan pekerjaan. Di dalamnya ada amanah yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab.”
Jangan Hanya Besar Secara Struktur
Jap Tjok Wey juga mengingatkan agar pertumbuhan organisasi tidak hanya diukur dari semakin banyaknya kepengurusan atau wilayah yang terbentuk. Menurutnya, ukuran keberhasilan LBH JANGKAR justru terletak pada seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya besar secara struktur, tetapi harus besar dalam manfaat. DPW dan seluruh jajaran di daerah harus mampu menunjukkan bahwa kehadiran LBH JANGKAR benar-benar memberikan solusi, edukasi hukum, konsultasi, dan pendampingan kepada masyarakat.”
Ia berharap DPW LBH JANGKAR Jakarta Barat dapat membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Menurutnya, sinergi tersebut penting karena persoalan hukum tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum semata, tetapi juga membutuhkan edukasi, komunikasi, dan kepedulian sosial.
Jaga Nama Baik dan Integritas
Lebih lanjut, Jap Tjok Wey meminta seluruh jajaran LBH JANGKAR menjaga nama baik organisasi serta menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.
“Saya berpesan kepada seluruh jajaran, jangan pernah mengorbankan integritas demi kepentingan sesaat. Nama baik organisasi dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa rusak dalam waktu singkat. Karena itu, profesionalisme dan etika harus menjadi landasan dalam setiap langkah.”
Ia juga mengajak DPW LBH JANGKAR Jakarta Barat menjadikan momentum peresmian sebagai titik awal untuk bekerja secara konsisten dan berkelanjutan.
“Hari ini kita meresmikan sebuah kepengurusan, tetapi yang jauh lebih penting adalah apa yang akan kita lakukan setelah peresmian ini. Saya berharap DPW LBH JANGKAR Jakarta Barat segera bergerak, hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan mereka, dan memberikan pendampingan sesuai kemampuan serta koridor hukum yang berlaku.”
Jap Tjok Wey menegaskan bahwa LBH JANGKAR harus terus membangun reputasi sebagai lembaga yang profesional, berintegritas, humanis, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan.
“Mari kita jadikan LBH JANGKAR sebagai rumah keadilan bagi masyarakat. Bukan hanya berbicara tentang hukum, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan, kepastian, dan perlindungan bagi mereka yang membutuhkan.”
Dengan hadirnya DPW LBH JANGKAR Jakarta Barat, Jap Tjok Wey berharap kiprah organisasi semakin luas dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap keadilan. (Dan)


