JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Bukan sekadar pertandingan persahabatan. Laga SSB Twins FC kontra SSB PFA FC pada Minggu (6/9/2026) menjadi panggung bagi talenta-talenta muda untuk menunjukkan semangat, keberanian, dan kemampuan mereka di lapangan hijau.
Pertandingan yang digelar di Jalan Kampung Sawah Balong No. 1-13, RT 03/RW 04, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, berlangsung meriah dengan dukungan para orang tua atlet dan penonton yang memadati sisi lapangan.
Sejak pertandingan dimulai, para pemain muda dari kedua SSB tampil penuh antusias. Kejar-kejaran bola, adu strategi, hingga semangat mencetak gol menjadi warna tersendiri dalam laga yang dikemas sebagai pertandingan persahabatan tersebut.
Tak hanya menjadi tontonan menarik, pertandingan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan pemain usia dini. Setiap menit di lapangan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman, mengasah mental bertanding, sekaligus menguji hasil latihan.
Laga tersebut turut dihadiri Wawan, salah satu pengurus Askot PSSI Jakarta Barat, Andri Maulana, SH, Ketua Umum SSB Twins FC, para pelatih dari kedua tim, orang tua atlet, serta para penonton.
Andri Maulana: Bukan Hanya Soal Menang dan Kalah
Ketua Umum SSB Twins FC, Andri Maulana, SH, menegaskan bahwa pertandingan seperti ini memiliki arti penting dalam proses pembinaan anak-anak.
Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang jauh lebih penting adalah keberanian anak untuk bertanding, menerapkan hasil latihan, membangun kerja sama, serta belajar menghormati lawan.
“Kami tidak hanya melihat menang atau kalah. Yang terpenting anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, berani menghadapi lawan, disiplin dan mampu menerapkan apa yang mereka dapatkan selama latihan,” ujar Andri.
Ia juga mengapresiasi SSB PFA FC yang telah menjadi bagian dalam pertandingan persahabatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SSB PFA FC dan semua pihak yang hadir. Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga dan pertandingan seperti ini semakin sering dilakukan untuk memberikan jam terbang kepada anak-anak,” tambahnya.
Pelatih Bancek: Mental Pemain Justru Ditempa di Pertandingan
Sementara itu, pelatih SSB Twins FC, Bancek, menilai pertandingan persahabatan menjadi salah satu sarana penting untuk melihat perkembangan pemain secara langsung.
“Sparing sangat bagus untuk anak-anak. Mereka bisa merasakan atmosfer pertandingan, belajar mengambil keputusan, membangun kerja sama, dan melihat kekurangan yang masih harus diperbaiki dalam latihan,” kata Bancek.
Ia menekankan bahwa pembinaan pemain muda membutuhkan proses panjang dan konsistensi.
“Kami ingin anak-anak berkembang secara bertahap. Bukan hanya kemampuan bermain, tetapi juga disiplin, percaya diri, menghormati lawan dan memiliki mental yang kuat. Itu yang terus kami tanamkan,” tegasnya.
Dari Lapangan Srengseng, Harapan Besar Sepak Bola Jakarta Barat
Antusiasme orang tua dan penonton membuat pertandingan semakin hidup. Sorakan dukungan dari pinggir lapangan menjadi energi tambahan bagi para pemain muda yang berjuang menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bagi SSB Twins FC dan SSB PFA FC, pertandingan ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini tidak cukup hanya dengan latihan.
Jam terbang, mental bertanding, sportivitas, disiplin, dan dukungan orang tua menjadi bagian penting untuk membentuk generasi pesepak bola masa depan.
Dari lapangan sederhana di Srengseng, mimpi besar itu terus ditempa.
Siapa tahu, dari kaki-kaki kecil yang hari ini berlari mengejar bola, kelak lahir pemain besar yang membawa nama Jakarta Barat hingga ke level nasional. (Dan)




