JAKARTA, infoDKJ.com | Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Provinsi DKI Jakarta resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Pelantikan dan pengukuhan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan pendidikan serta keagamaan di DKI Jakarta.
Ust. Mustofa, S.Pd., yang akrab disapa Gus Mus, resmi dilantik sebagai bagian dari kepengurusan FKPQ DKI Jakarta oleh Ketua DPP FKPQ Indonesia Pusat. Selanjutnya, kepengurusan FKPQ DKI Jakarta periode 2026–2031 dikukuhkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. KH. Adib, M.Ag.
Momentum tersebut menjadi langkah penting bagi FKPQ DKI Jakarta dalam memperkuat peran lembaga pendidikan Al-Qur’an, khususnya dalam meningkatkan kualitas para guru dan pengelola Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di wilayah DKI Jakarta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Provinsi DKI Jakarta yang mewakili Gubernur DKI Jakarta, H. M. Matsani, M.Si. Kehadiran unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran Dinas Pendidikan, Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), serta para Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) dari tingkat kota dan kabupaten se-DKI Jakarta.
155 Guru LPQ Ikuti Sosialisasi Smart Method Bil Qolam
Yang menarik, rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan. Sebanyak 155 guru LPQ se-DKI Jakarta turut mengikuti pelatihan dan sosialisasi Smart Method Bil Qolam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FKPQ untuk meningkatkan kompetensi guru Al-Qur’an agar memiliki metode pembelajaran yang semakin efektif, mudah diterapkan, dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di era saat ini.
Gus Mus menegaskan bahwa amanah memimpin FKPQ DKI Jakarta bukan sekadar persoalan organisasi, melainkan tanggung jawab untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an di Ibu Kota.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah amanah dan tanggung jawab. Kami ingin FKPQ DKI Jakarta menjadi rumah bersama bagi para guru dan lembaga pendidikan Al-Qur’an untuk terus belajar, berkolaborasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an.”
Menurutnya, tantangan pendidikan Al-Qur’an ke depan semakin kompleks. Karena itu, peningkatan kapasitas guru harus menjadi perhatian utama.
“Kami ingin para guru LPQ tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, mudah dipahami dan sesuai dengan perkembangan zaman. Pelatihan Smart Method Bil Qolam ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut.”
Gus Mus juga mengajak seluruh pengurus FKPQ DKI Jakarta, guru LPQ, pemerintah, serta seluruh pihak terkait untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. FKPQ harus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, para pengelola LPQ dan seluruh elemen masyarakat. Harapannya, pendidikan Al-Qur’an di DKI Jakarta semakin maju dan semakin banyak generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.”
FKPQ DKI Jakarta Siap Bergerak
Dengan dikukuhkannya kepengurusan periode 2026–2031, FKPQ DKI Jakarta diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang konkret dan menyentuh langsung kebutuhan para guru serta lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk bergerak membangun sinergi, meningkatkan kompetensi guru, memperkuat kelembagaan LPQ, serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas.
Dengan semangat kolaborasi, peningkatan kompetensi, dan penguatan pendidikan Al-Qur’an, FKPQ DKI Jakarta periode 2026–2031 membawa harapan baru agar pendidikan Al-Qur’an semakin kokoh dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai keagamaan. (GM)


