Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pimpinan Ranting GP Ansor Sukabumi Selatan bersama Pimpinan Ranting GP Ansor Sukabumi Utara menggelar NGOPI MENGAKAR (Ngobrol Persoalan Ilmu, Mengaji Kader Ansor) pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang belajar dan berdiskusi bagi para kader.
Dengan mengusung tema “Merawat Romantisme Kader melalui Pendekatan KAMU & KMO”, kegiatan diarahkan untuk membangun pemahaman bahwa keberlangsungan organisasi tidak hanya membutuhkan kader yang mampu menjalankan tugas dan program, tetapi juga kader yang memiliki kedekatan, kepedulian, serta rasa memiliki terhadap organisasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Setelah itu, Muhammad Taufan menyampaikan materi mengenai KAMU dan KMO (Kepemimpinan, Manajemen, dan Organisasi). Pembahasan menyoroti pentingnya manajemen organisasi dan kepemimpinan sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang sehat, solid, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Dalam pembahasannya, kaderisasi dipandang bukan sekadar proses mempersiapkan kader agar mampu menjalankan roda organisasi. Kaderisasi juga merupakan proses membangun hubungan, menumbuhkan kepedulian, serta menjaga kecintaan kader terhadap organisasi.
Pendekatan KAMU dan KMO menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan pola hubungan yang lebih dekat dan humanis. Kader perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan gagasan, mengutarakan kebutuhan, serta terlibat dalam perjalanan organisasi. Dengan demikian, keterlibatan kader diharapkan tidak hanya didorong oleh kewajiban, tetapi tumbuh dari rasa nyaman dan rasa memiliki terhadap organisasi.
Selanjutnya, Afdhal Putra Anbiya menyampaikan materi mengenai pengembangan kader dan organisasi yang mencakup gagasan, landasan, metode, implementasi, dan tujuan. Pembahasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan secara terbuka.
Pada bagian akhir kegiatan, Zaenal Mustofa menyampaikan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat, memberikan hidayah, serta menghadirkan kegembiraan dalam kehidupan berorganisasi.
Ia menekankan bahwa ketertarikan seseorang untuk bergabung dan tetap berada dalam organisasi tidak hanya dibangun melalui sistem maupun program kerja. Lebih dari itu, dibutuhkan pendekatan yang mampu menciptakan kenyamanan, kedekatan, dan hubungan yang baik di antara kader. Dalam konteks tersebut, fiqhul hikmah menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun komunikasi yang mengedepankan hati, kebijaksanaan, dan keteladanan.
Melalui kegiatan NGOPI MENGAKAR, para kader diharapkan memperoleh wawasan keorganisasian sekaligus semakin memahami arti penting silaturahmi, kebersamaan, dan semangat perjuangan. Keberlanjutan organisasi pada akhirnya tidak hanya bergantung pada kemampuan melahirkan kader baru, tetapi juga pada kemampuan untuk merawat, mendampingi, dan menjaga rasa memiliki kader terhadap organisasi. (Yansen)




