JAKARTA BARAT, InfoDKJ.com | Berbagai persoalan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (18/9/2026).
Rakorwil yang berlangsung di Aula Kelurahan Kelapa Dua lantai 3 mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari persoalan pertanahan, administrasi kependudukan, renovasi rumah warga, pengelolaan sampah, hingga kesiapsiagaan menghadapi kebakaran dan musim kemarau.
Rapat diikuti Lurah Kelapa Dua beserta jajaran, Kepala Unit DPMPTSP, Kasatpel Dukcapil, Satpol PP, Pendamsos, Puskesmas Pembantu, TP PKK, Babinsa, Satgas Gulkarmat, para ketua RW dan RT, LMK, FKDM, serta Kacab Bank Jakarta.
Persoalan Tanah hingga Renovasi Rumah Jadi Perhatian
Salah satu agenda yang dibahas adalah persoalan pertanahan di RW 07. Rakorwil mendorong adanya koordinasi dan pencarian solusi terhadap persoalan sengketa maupun kejelasan status tanah yang berada di wilayah tersebut.
Sementara itu, untuk program renovasi rumah yang berkaitan dengan Kementerian Perumahan, tercatat sembilan rumah warga Kelurahan Kelapa Dua telah diinput ke dalam sistem.
Namun, usulan tersebut masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut dari pihak kementerian.
RW 08 Disiapkan untuk Perlombaan dan Penguatan Kesehatan Lingkungan
Perhatian juga diarahkan kepada RW 08 yang sedang mempersiapkan diri mewakili wilayah dalam perlombaan tingkat wilayah.
Selain aspek perlombaan, pembahasan juga menyentuh penguatan kesehatan lingkungan melalui pembentukan Wilayah Bebas Jentik.
Kelayakan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di lingkungan pabrik tahu turut menjadi perhatian. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mencegah praktik buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), termasuk kebiasaan membuang limbah maupun buangan ke aliran kali.
Adminduk dan KK Ber-QR Code Dipercepat
Dalam bidang administrasi kependudukan, Rakorwil menyoroti masih adanya kendala pelayanan adminduk yang perlu segera diselesaikan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah percepatan pembaruan Kartu Keluarga (KK) ke format terbaru yang dilengkapi barcode atau QR Code.
Kelurahan bersama unsur terkait diharapkan dapat membantu warga menyelesaikan kendala administrasi tersebut sehingga pelayanan kependudukan berjalan lebih tertib dan mudah diakses.
RT/RW Diminta Perkuat Pelayanan kepada Warga
Rakorwil juga kembali menegaskan pentingnya peran perangkat RT dan RW dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengurus RT/RW diharapkan memahami tugas, fungsi, dan kewenangannya, sekaligus mampu mengayomi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Penguatan komunikasi antara RT/RW dan kelurahan dinilai penting agar berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat segera teridentifikasi dan ditindaklanjuti.
Sampah, Hydrant Mandiri hingga Bantuan Air Bersih
Persoalan sampah turut menjadi bahan evaluasi. Pengelolaan sampah di wilayah Kelapa Dua perlu terus diperkuat melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pemilahan sampah, serta pengangkutan secara berkala.
Di sisi lain, Kelurahan Kelapa Dua juga membahas rencana pembangunan hydrant mandiri, khususnya sebagai langkah antisipasi bahaya kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
Menghadapi musim kemarau, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekurangan air.
Distribusi Beras dan Bantuan Pangan Harus Tepat Sasaran
Arahan hasil Rapat Pimpinan (Rapim) Wali Kota mengenai pengawasan distribusi beras juga menjadi bagian dari pembahasan.
Penyaluran bantuan pangan harus dilakukan sesuai data penerima manfaat yang telah diverifikasi sehingga bantuan benar-benar diterima warga yang berhak.
Dalam rapat juga ditegaskan pentingnya pengawasan terhadap distribusi beras. Setiap dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan dalam penyaluran bantuan, termasuk apabila melibatkan oknum pengurus lingkungan, perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Jembatan Jalan Sasak dan Bulan Dana PMI
Rakorwil turut membahas pembangunan atau perbaikan jembatan di Jalan Sasak. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran akses dan mobilitas warga.
Selain persoalan infrastruktur, jajaran Kelurahan Kelapa Dua juga membahas target pengumpulan Bulan Dana PMI. Sosialisasi dan koordinasi akan diperkuat untuk mendukung pencapaian target penggalangan dana kemanusiaan tersebut.
Melalui Rakorwil ini, berbagai persoalan di tingkat wilayah diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dilanjutkan dengan koordinasi dan langkah konkret sesuai kewenangan masing-masing.
Kelurahan, LMK, RT/RW, serta seluruh unsur terkait diharapkan terus memperkuat sinergi agar pelayanan publik semakin responsif, persoalan lingkungan dapat segera ditangani, dan kondisi wilayah Kelapa Dua tetap aman serta kondusif. (Yansen)



