![]() |
| Penyampaian materi dan penguatan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim |
Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim
JAKARTA UTARA, 23 September 2026 – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas di wilayah pesisir.
Kegiatan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dilaksanakan di Kampung Nelayan Marunda, Jakarta Utara, melalui edukasi, penyuluhan, dialog, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Membangun Masyarakat Tangguh
Kegiatan mengangkat tema “Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim” dengan semangat mewujudkan masyarakat tangguh, lingkungan lestari, dan masa depan berkelanjutan.
Pengurangan risiko bencana dipandang sebagai proses yang perlu dilakukan sebelum bencana terjadi, melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, penguatan kapasitas keluarga, serta kolaborasi lintas pihak.
![]() |
| Narasumber dan peserta menyampaikan serta menerima edukasi terkait kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana. |
Perempuan sebagai Penggerak Ketangguhan
LLHPB PWA DKI Jakarta menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam membangun ketangguhan keluarga dan komunitas.
Perempuan memiliki peran strategis dalam pendidikan kebencanaan di keluarga, pengelolaan kebutuhan rumah tangga, kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan jejaring sosial masyarakat.
![]() |
| Peserta mengikuti sesi penguatan kapasitas dan komitmen bersama untuk kesiapsiagaan bencana. |
Edukasi yang Dilanjutkan dengan Aksi
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diarahkan pada tindakan nyata dan perubahan perilaku.
Masyarakat didorong untuk mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, menjaga kebersihan, mengelola sampah, menjaga ekosistem pesisir, dan membangun kesiapsiagaan keluarga.
![]() |
| Suasana kegiatan dan partisipasi masyarakat Kampung Nelayan Marunda dalam kegiatan mitigasi |
Kolaborasi Lintas Sektor
Pengurangan risiko bencana membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan berbagai mitra.
Dalam kegiatan ini tampak keterlibatan unsur pemerintah dan relawan dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat pesisir.
![]() |
| Unsur narasumber dan pendamping kegiatan dalam sesi dialog mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. |
Menuju Kampung Nelayan yang Lebih Tangguh
LLHPB PWA DKI Jakarta mendorong keberlanjutan program melalui pemetaan risiko, peningkatan kapasitas relawan dan masyarakat, penguatan sarana prasarana, pengelolaan lingkungan, penghijauan kawasan pesisir, serta dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih.
![]() |
| Penyampaian materi pada forum kegiatan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di Kampung Nelayan Marunda. |
Komitmen Berkelanjutan
LLHPB PWA DKI Jakarta juga terus membangun pengalaman pendampingan masyarakat melalui program ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan adaptasi perubahan iklim.
Pendekatan berbasis komunitas diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengenali risiko, mengurangi kerentanan, dan meningkatkan kapasitas menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan.
“Perempuan tangguh, keluarga tangguh, masyarakat tangguh—bersama membangun lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.”







