Jakarta, infoDKJ.com | Festival Kelapa Dua kembali hadir untuk tahun keempat pada Sabtu (29/11/2025). Bertempat di Lapangan Komplek Yonhub RW 04, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, festival budaya tahunan ini kembali menjadi magnet masyarakat yang ingin merayakan keberagaman budaya sekaligus memperkuat kearifan ekonomi lokal.
Mengusung tema besar “Dengan Semangat Kebersamaan Kita Junjung Tinggi Nilai-nilai Kearifan Lokal Nusantara Sebagai Karakteristik Budaya Bangsa yang Gemah Ripah Loh Jinawi”, acara ini menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah masyarakat yang multikultural.
Ajang Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Lokal
Tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, Festival Kelapa Dua 2025 juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 30 tenda UMKM disediakan melalui program Jakpreneur untuk memfasilitasi masyarakat mengenali dan mengapresiasi produk lokal.
Berbagai produk ditampilkan, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk kreatif.
Salah satu pelaku UMKM yang ikut serta adalah Hafizh, produsen jajanan ringan Pudot (puding sedot) dan Pufla (puding fla). Hafizh merupakan UMKM binaan Kecamatan Palmerah yang beralamat di Jl. E Slipi No. 56 RT 01/02 Palmerah, Jakarta Barat, dan telah aktif dalam kegiatan UMKM sejak Januari 2025.
Dalam kesempatannya, Hafizh mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari pelaku UMKM memberikan dampak besar bagi perekonomian keluarga.
“Alhamdulillah, usaha ini sangat membantu perekonomian keluarga. Harapan saya, pemerintah bisa lebih sering mengadakan kegiatan seperti ini, minimal dua minggu sekali, supaya pelaku UMKM semakin punya ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Ruang Berkumpul, Belajar, dan Menguatkan Kebersamaan
Selain pameran UMKM, festival ini juga menjadi wadah interaksi sosial yang diisi dengan beragam hiburan dan kegiatan budaya. Warga dari berbagai usia—anak-anak, remaja, hingga orang tua—larut dalam kemeriahan yang memenuhi seluruh area lapangan.
Pihak penyelenggara berharap Festival Kelapa Dua dapat terus menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam pelestarian budaya maupun pemberdayaan ekonomi.
Dukungan Pemerintah dan Harapan Warga
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, serta jajaran RT/RW setempat. Festival ini dinilai menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi wilayah.
Festival Kelapa Dua kembali membuktikan bahwa ia bukan sekadar acara hiburan, melainkan momentum strategis untuk melestarikan budaya, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat urban.
(Yansen)



