JAKARTA, infoDKJ.com | Suasana Masjid Al Huda, Jalan Latumenten 1 No. 25 Jelambar, Jakarta Barat, pada Hari Bermuhammadiyah terasa berbeda. Pengajian rutin yang digelar malam itu menghadirkan sebuah topik istimewa—sebuah warisan intelektual sekaligus spiritual yang pernah menjadi denyut nadi perjuangan Muhammadiyah pada masa pra-kemerdekaan: “Langkah Dua Belas” KH. Mas Mansyur.
Acara yang dipandu oleh Ust. Mohammad Agus, SPd, Ketua PRM Jelambar, dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ulil Amri (Bendahara PCM). Suasana menjadi semakin khidmat ketika Antos, SH, Ketua PCM Jelambar Raya, menyampaikan sambutan dan harapan agar pengajian ini menjadi penyubur semangat gerakan dakwah.
Warisan Besar dari Tahun 1938 yang Kembali Menggema
Dalam pemaparan penuh energi, H. Drs. Syamsuardi Rusli, MA, Wakil Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah DKI Jakarta, mengajak jamaah menelusuri kembali jejak sejarah perumusan “Langkah Dua Belas Muhammadiyah” oleh KH. Mas Mansyur pada Muktamar ke-27 di Yogyakarta tahun 1938.
Menurutnya, Langkah Dua Belas bukan sekadar nasihat. Ia adalah strategi besar pergerakan, sebuah spiritual framework untuk menguatkan mental, akhlak, dan keberanian kader dalam menghadapi ancaman kolonialisme saat itu.
“KH. Mas Mansyur menyiapkan Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi sebagai kekuatan peradaban. Langkah Dua Belas adalah fondasi yang membentuk karakter pejuang yang cerdas, berakhlak, dan berani,” ungkap Syamsuardi.
Isi Lengkap “Langkah Dua Belas Muhammadiyah” Versi 1938
Syarat nilai, sarat makna, berikut dua belas langkah yang masih relevan dan menginspirasi generasi Muhammadiyah hari ini:
- Memperdalam masuknya tauhid
- Memperluas paham agama
- Memperbuahkan budi pekerti
- Menuntun amal-intellectual (akal-pikiran)
- Membentuk keluhuran budi dan keberanian
- Menggerakkan kemauan
- Menguatkan persatuan
- Menggembirakan berkorban
- Memusatkan kekuatan (konsentrasi)
- Membiasakan musyawarah dan mufakat
- Melazimkan menolong-menolong
- Memperhatikan kesejahteraan lahir
Syamsuardi menekankan bahwa inti dari 12 langkah ini adalah pembangunan mentalitas pejuang, yaitu karakter yang kuat secara spiritual, cerdas secara akal, dan kokoh dalam kebersamaan.
Relevansi untuk Generasi Muhammadiyah Masa Kini
Di tengah tantangan modern—digitalisasi, polarisasi sosial, hingga erosi nilai moral—Langkah Dua Belas menjadi kembali relevan. Ia bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi roadmap peradaban yang mampu memperkuat gerakan dakwah pencerahan di era kontemporer.
“Jika kader memahami dan menghidupkan kembali Langkah Dua Belas, maka insyaAllah Muhammadiyah akan terus menjadi mercusuar kebaikan di tengah masyarakat,” tutup Syamsuardi.
Pengajian rutin ini bukan hanya menjadi ruang ilmu, tetapi juga momentum penyadaran kolektif bahwa perjuangan Muhammadiyah memiliki akar sejarah yang kuat dan menginspirasi.
Laporan: DenyFaisalYusuf/Aris



