JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Suasana berbeda terasa dalam Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar Polsek Tambora bersama Tiga Pilar Kecamatan Tambora, Sabtu malam (24/1/2026). Apel yang berlangsung di Kantor Kelurahan Jembatan Lima tersebut menjadi apel terakhir yang dipimpin oleh Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami, S.I.K., M.I.K., sebelum dirinya resmi dipindah tugaskan ke Polsek Kebayoran Lama.
Apel gabungan itu dihadiri Asistensi Polres Metro Jakarta Barat Kompol Yusfianto, S.H., unsur TNI, Satpol PP, Damkar, aparatur kecamatan, serta berbagai elemen masyarakat dan komponen pendukung kamtibmas. Sebanyak 135 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan wilayah Tambora tetap aman dan kondusif sepanjang malam.
Pesan Perpisahan dan Penegasan Tugas
Dalam arahannya, Kompol Kukuh Islami tidak hanya memberikan instruksi teknis patroli, tetapi juga menyampaikan pesan perpisahan penuh makna kepada seluruh jajaran dan mitra keamanan wilayah.
“Malam Minggu ini merupakan malam terakhir saya memimpin apel di Tambora. Saya telah berpesan kepada Kapolsek yang baru agar terus menjaga kamtibmas. Ingat, tugas kita adalah melindungi masyarakat, namun jangan lupa keluarga kita menunggu di rumah,” ujar Kompol Kukuh Islami.
Ia menekankan agar seluruh personel tetap melaksanakan tugas dengan ikhlas, profesional, dan humanis, terutama dalam mengantisipasi tawuran warga, begal, geng motor, serta kejahatan jalanan di kawasan permukiman padat penduduk.
Jejak Pengabdian di Tambora
Selama memimpin Polsek Tambora, Kompol Kukuh Islami dikenal aktif memperkuat patroli malam, KRYD, dan sinergi lintas sektor. Dalam apel tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya patroli mobile dengan rute bervariasi, pembubaran kelompok pemuda yang nongkrong hingga larut malam secara persuasif, serta imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk penggunaan kunci ganda kendaraan.
Ia juga mengungkapkan capaian penindakan kejahatan, di antaranya pengungkapan kasus begal di kawasan Pasar Pagi, serta langkah cepat tim opsnal dalam mengantisipasi rencana tawuran di Kelurahan Kalianyar yang terindikasi melalui media sosial.
Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci
Apel KRYD tersebut menegaskan kuatnya sinergi Tiga Pilar dan komponen masyarakat, mulai dari Polri, TNI, ASN, Satpol PP, Damkar, PPSU, FKDM, LMK, Karang Taruna, RT/RW, hingga relawan kamtibmas. Seluruh personel langsung diterjunkan melaksanakan patroli KRYD dan patroli mobile hingga dini hari.
Harapan untuk Tambora
Menutup arahannya, Kompol Kukuh Islami berharap wilayah Tambora tetap terjaga dalam kondisi aman dan kondusif meski dirinya tidak lagi bertugas di wilayah tersebut.
“Mari kita jaga Jakarta, jaga Tambora. Laksanakan tugas dengan baik dan benar. Semoga malam ini hingga pagi hari wilayah kita tetap aman,” pungkasnya.
Apel kemudian dilanjutkan dengan patroli gabungan. Berdasarkan pemantauan, situasi wilayah Tambora terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Momen apel KRYD ini menjadi penanda akhir masa tugas Kompol Muhammad Kukuh Islami di Tambora—sebuah penutupan yang mencerminkan dedikasi, kepemimpinan, dan komitmen menjaga keamanan warga hingga detik terakhir pengabdian.
Kalau mau:
- 📰 lebih emosional lagi (tone farewell lebih kuat)
- 🪖 difokuskan pada rekam jejak Kapolsek
- 📱 versi pendek khusus rilis perpisahan
tinggal bilang, saya siapkan.


