Jakarta Barat, infoDKJ.com | Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar rapat bulanan pada Jumat (20/1/2026) di Kantor Sekretariat FPK, Gedung Wali Kota Jakarta Barat Blok B Lantai 13. Rapat ini menjadi forum strategis untuk membahas isu-isu pembauran kebangsaan sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tingkat lokal.
Ketua FPK Jakarta Barat, Moh. Ihsan, SH, menegaskan bahwa FPK memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pembauran kebangsaan, khususnya di wilayah Jakarta Barat yang dikenal sebagai kawasan multikultural.
“FPK bertugas memfasilitasi dan mengoordinasikan berbagai kegiatan yang mendukung pembauran kebangsaan. Melalui rapat bulanan ini, kami menyusun program kerja serta merumuskan strategi jangka pendek dan menengah untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujar Moh. Ihsan.
Menurutnya, rapat FPK juga berfungsi sebagai sarana komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antarwarga yang berasal dari beragam latar belakang suku, agama, etnis, dan budaya. Forum ini dihadiri oleh perwakilan Suku Dinas terkait, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melalui Subkel Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Idewasbangpol), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga adat.
Moh. Ihsan menekankan bahwa dinamika sosial di Jakarta Barat menuntut FPK untuk terus berinovasi dalam menyusun program-program yang adaptif dan berdampak nyata.
“Jakarta Barat adalah miniatur Indonesia. Di sinilah berbagai suku, etnis, agama, dan ras hidup berdampingan. Karena itu, FPK harus menghadirkan program-program yang inovatif dan mampu memperkuat harmoni sosial,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota FPK untuk aktif memberikan masukan dan gagasan konstruktif demi melahirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Subkel Idewasbangpol Kesbangpol Jakarta Barat, Pepen Kuswandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran FPK sangat strategis dalam menjaga kerukunan dan pembauran kebangsaan.
Menurut Pepen, terdapat sejumlah peran utama FPK, antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembauran kebangsaan dan kerukunan antar kelompok.
- Membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan instansi terkait dalam menjaga harmoni kebangsaan.
- Mencegah konflik sosial melalui promosi dialog dan kerja sama antar kelompok.
- Meningkatkan toleransi dan sikap saling menghargai, sehingga tercipta kerukunan yang berkelanjutan.
“Dengan peran strategis tersebut, FPK dapat berkontribusi nyata dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar Pepen Kuswandi.
Melalui rapat bulanan ini, FPK Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam merawat kebinekaan, memperkuat persatuan, serta menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Jakarta Barat.


