JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Pemerintah Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menggelar sosialisasi rencana pembangunan Gedung Kantor Pusat Gadai Indonesia, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum dialog terbuka antara pemerintah, pengembang, dan warga guna membahas rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah tersebut.
Sosialisasi berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di Aula Lantai 3 Kantor Kelurahan Kelapa Dua. Agenda ini merupakan bagian dari konsultasi publik atas permohonan rencana pembangunan yang diajukan oleh PT Geo Mitrasamaya selaku pengembang.
Dalam forum tersebut, sejumlah warga RW 02 Kelurahan Kelapa Dua menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran terkait potensi dampak pembangunan. Warga berharap agar pembangunan gedung tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan permukiman, khususnya terkait peningkatan volume lalu lintas, kebisingan, serta potensi gangguan lingkungan lainnya. Aspek kenyamanan dan keamanan warga juga menjadi perhatian utama yang disuarakan.
Lurah Kelapa Dua, Elfin Ridho Putra, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kelurahan dalam membuka ruang partisipasi publik sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Pemerintah kelurahan memfasilitasi dialog agar masyarakat dapat menyampaikan pandangan dan aspirasinya secara langsung. Seluruh masukan warga akan dicatat dan menjadi bahan pertimbangan dalam proses perizinan selanjutnya. Prinsipnya, pembangunan harus sejalan dengan kepentingan dan kenyamanan warga,” ujar Elfin.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, aparat keamanan, Satpol PP, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), pengurus RW dan RT, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Tokoh Masyarakat, serta perwakilan pengembang dan warga terdampak.
Pihak Pusat Gadai Indonesia hadir melalui perwakilannya, Mutiara. Sementara itu, pemaparan teknis rencana pembangunan disampaikan oleh M. Simbolon dari pengembang PT Arteri Bangun Perkasa. Dijelaskan bahwa rencana pembangunan mencakup gedung perkantoran setinggi 20 lantai yang akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 6.600 meter persegi, dilengkapi tiga lapis basement serta area taman.
Menurut pihak pengembang, sosialisasi ini bertujuan untuk mendukung pengendalian pembangunan berbasis kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sekaligus menghimpun masukan dari warga dan pihak-pihak yang berpotensi terdampak.
Berbagai saran dan catatan disampaikan dalam forum tersebut, baik dari unsur pemerintah seperti camat, lurah, Sudin Lingkungan Hidup, Satpol PP, dan Gulkarmat, maupun dari Ketua RW dan warga setempat.
Pemerintah Kelurahan Kelapa Dua berharap, melalui konsultasi publik ini, tercipta kesepahaman bersama sehingga rencana pembangunan dapat berjalan secara transparan, akuntabel, serta tetap memperhatikan dampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan sosialisasi berlangsung lancar dan berakhir pada pukul 16.15 WIB.
(Yansen)


