Jakarta Barat, infoDKJ.com | Menjelang bulan suci Ramadhan, Lurah Pekojan Sulistiowati menyerukan sikap tegas kepada warga untuk menjaga keamanan wilayah dan menghentikan segala bentuk tawuran. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan dhuafa, yang digelar oleh Majlis Ta’lim Darussalam di halaman Kantor Kelurahan Pekojan, Jalan Pekojan III, Kampung Janis, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026).
Di hadapan masyarakat, Sulistiowati memperkenalkan diri sebagai lurah baru di Pekojan. Namun sejak awal, ia menegaskan prioritasnya: wilayah harus kondusif, Ramadhan harus aman, dan warga harus rukun.
“Saya mengajak seluruh warga untuk sama-sama Jaga Jakarta. Menjelang bulan suci Ramadhan, kita harus menjaga kamtibmas, terutama terkait tawuran. Jaga kerukunan, jangan sampai ada konflik di lingkungan,” tegas Sulistiowati.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas potensi tawuran remaja yang kerap muncul menjelang Ramadhan—baik karena provokasi, gengsi wilayah, maupun pergaulan yang tidak terkontrol.
Isra Mi’raj dan Santunan Jadi Momentum “Menguatkan Iman, Menguatkan Keamanan”
Kegiatan yang digelar Majlis Ta’lim Darussalam ini menghadirkan dua pesan besar sekaligus: penguatan spiritual dan penguatan sosial. Acara diawali dengan ikhtifalan santriwan-santriwati, dilanjutkan peringatan Isra Mi’raj, serta puncaknya berupa santunan anak yatim dan dhuafa.
Ceramah agama disampaikan oleh Ust. Faisal Arifin (Usfai Dai TV One) yang menekankan bahwa Isra Mi’raj adalah pengingat kuatnya iman dan kewajiban menjaga shalat, sekaligus pelajaran keteguhan dari sosok Siti Masyitoh — wanita salehah di masa Fir’aun yang tetap mempertahankan tauhid meskipun diancam dan disiksa.
“Keteguhan iman itu bukan teori. Siti Masyitoh menunjukkan bahwa iman harus kuat dan tidak boleh goyah oleh tekanan,” pesan Ust. Faisal dalam tausiyahnya.
Kegiatan Diperkuat Pengamanan, Hadir Bimas dan Babinsa
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sejumlah unsur kewilayahan turut hadir, di antaranya Bhabinkamtibmas Pekojan Aiptu Dede Sugiono, Babinsa Sertu Tri Nurhadi, serta unsur Satpol PP, Satlinmas, dan FKDM.
Kegiatan juga dihadiri tokoh masyarakat dan panitia, termasuk:
- Ketua Panitia: Ust. Endang Hudaya / Ust. Tomi
- Pembina Majlis Ta’lim Darussalam: Ust. Muhammad Syukron
- H. Dody (Staf Ahli DPRD NasDem)
- Ketua RW 08: H. Samuti
- Para Ketua RT se-RW 08
Pekojan Tegaskan Sikap: Ramadhan Harus Aman, Tawuran Harus Diputus
Kegiatan keagamaan ini tak hanya menjadi seremoni, namun sekaligus menjadi ajang konsolidasi sosial warga. Pesan Lurah Pekojan menempatkan isu keamanan sebagai perhatian serius, dengan menekankan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi bulan perbaikan diri — bukan bulan yang diwarnai konflik, tawuran, dan keributan.
Sulistiowati mengingatkan bahwa menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat, melainkan komitmen bersama warga.
“Kalau lingkungan aman, ibadah akan tenang. Kalau warga rukun, wilayah akan maju. Ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Dengan pendekatan keagamaan dan kepedulian sosial, Pekojan menunjukkan bahwa pencegahan tawuran tidak hanya soal penindakan, tetapi juga soal membangun kesadaran kolektif dan memperkuat kerukunan dari akar masyarakat.
Laporan: Yanto AR


