Comal, infoDKJ.com | Warga Kabupaten Comal digegerkan oleh fenomena angin puting beliung yang menerjang wilayah ini pada Kamis sore (19 Februari 2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan atap beberapa rumah warga terangkat dan sejumlah pohon besar tumbang, sejumlah fasilitas umum pun mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Menurut laporan awal dari sejumlah saksi di lapangan, angin kencang tiba-tiba melanda kawasan permukiman dan jalan utama Comal dalam durasi singkat namun cukup kuat, membuat warga panik dan segera mencari tempat berlindung. Fenomena ini biasanya terjadi secara tiba-tiba akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil, terutama saat musim pancaroba ketika massa udara panas bertemu dengan udara yang lebih dingin sehingga terbentuk pusaran angin puting beliung seperti yang dilaporkan di daerah tropis Indonesia.
Meski kejadian berlangsung singkat — biasanya hanya beberapa menit — hembusan angin cukup kencang untuk mengangkat atap seng, menumbangkan pohon, dan menyebabkan terjadinya kerusakan struktural pada bangunan ringan di beberapa titik di Comal. Tidak ada laporan korban jiwa hingga berita ini disusun, namun petugas setempat terus melakukan pendataan dampak kerusakan serta validasi laporan dari warga sekitar.
Pihak BPBD setempat bersama petugas SAR dan aparat kewilayahan telah dikerahkan untuk membantu evakuasi material yang jatuh di badan jalan serta memastikan jalur transportasi aman dilalui oleh masyarakat. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan ke lingkungan terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang terluka atau membutuhkan pertolongan darurat.
Fenomena angin puting beliung kerap terjadi di Indonesia pada periode pancaroba, dan menurut para ahli meteorologi fenomena ini berbeda dengan tornado besar yang biasanya terjadi di negara subtropis, tetapi keduanya merupakan bentuk pusaran udara yang sangat kuat.
BMKG mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di daerah perkampungan maupun di bawah pohon besar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang bisa berubah cepat, dengan selalu memperhatikan prakiraan cuaca harian dan peringatan dini dari instansi terkait.
Hingga saat ini petugas masih terus melakukan penanganan di lokasi dan akan memberikan pembaruan resmi begitu data dampak dan penyebab fenomena ini dapat dipastikan. (Dan)


