JAKARTA, infoDKJ.com | Dunia musik Indonesia memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh legendarisnya. Asido, drummer grup musik PANBERS, merayakan ulang tahun ke-75 dalam sebuah acara penuh makna di D’RUMAH KITA, Jalan Surabaya No. 26, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/2/2026). Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas lebih dari lima dekade pengabdian Asido dalam perjalanan panjang musik populer Indonesia.
PANBERS—akronim dari Pandjaitan Bersaudara—merupakan salah satu grup musik paling berpengaruh dalam sejarah musik Tanah Air sejak era 1960-an hingga 1980-an. Dengan ciri khas harmoni vokal kuat dan eksplorasi musikal yang melampaui zamannya, PANBERS melahirkan sejumlah karya abadi yang melekat di memori kolektif bangsa. Dalam perjalanan panjang tersebut, Asido dikenal sebagai sosok drummer yang tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga memiliki sensitivitas musikal tinggi, menjadikan irama PANBERS kuat, rapi, dan berkarakter.
Selama lebih dari lima dekade, Asido konsisten berkarya dan berkontribusi dalam perkembangan seni musik nasional. Ia tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga berperan sebagai pelopor pengembangan seni drum, menginspirasi generasi drummer Indonesia untuk mengedepankan musikalitas, disiplin, dan kecintaan pada budaya nusantara.
Perayaan Milad ke-75 Asido dihadiri berbagai tokoh nasional, musisi lintas generasi, insan pers, serta perwakilan pemerintah. Hadir antara lain Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Syaifullah Agam, serta Gunawan Suhandi dari Rumah Musik Fadli Zon.
Dalam sambutannya, Syaifullah Agam menyampaikan bahwa Asido merupakan figur penting dalam sejarah musik Indonesia.
“Bang Asido adalah maestro drum yang telah memberi kontribusi nyata bagi perkembangan musik nasional. Dedikasinya tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga membangun fondasi nilai dan etos berkesenian yang diwariskan lintas generasi,” ujarnya.
Sementara itu, Gunawan Suhandi menegaskan komitmen berbagai pihak untuk menjaga warisan budaya musik Indonesia melalui dokumentasi dan regenerasi.
“Jejak karya PANBERS dan Bang Asido adalah bagian dari sejarah budaya bangsa. Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas seni, dan media, kami ingin memastikan warisan ini terus hidup dan dikenal generasi muda,” katanya.
Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Forum Wartawan Jaya Indonesia, jurnalis, serta tokoh budaya, termasuk Pembina Lana Kartasasmita, yang turut menyampaikan harapan agar pengalaman panjang Asido dalam berkesenian dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus.
Di tengah suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Asido mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang terus ia terima selama perjalanan kariernya.
“Saya bersyukur dan bahagia bisa berkumpul dengan sahabat-sahabat semua. Terima kasih atas dukungan yang tidak pernah putus. Selama masih diberi kesehatan, saya akan terus berkarya dan berbagi untuk musik Indonesia,” ujar Asido.
Perayaan Milad ke-75 ini tidak sekadar menandai usia, tetapi menegaskan posisi Asido Drummer PANBERS sebagai penjaga irama sejarah musik Indonesia—seorang maestro yang karyanya melampaui zaman dan tetap relevan sebagai sumber inspirasi budaya nusantara.
Rillis: Wawan
Editor: Dan


