Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pagi itu, bau cat baru masih terasa di udara. Di sebuah bangunan sederhana di Jalan Prof. Dr. Latumenten, Jembatan Besi, beberapa orang bekerja tanpa banyak bicara. Ada yang memegang kuas, ada yang memanjat kursi untuk memasang lampu, ada pula yang sibuk merapikan kabel listrik. Tak ada seremoni, tak ada panggung. Hanya kerja bersama.
Bangunan ini dulu dikenal warga sebagai Pos Swadaya Pemadam Kebakaran. Kini, perlahan ia bertransformasi menjadi Posko Pantau Citra Bhayangkara Sektor Tambora Tengah—sebuah ruang kecil yang menyimpan harapan besar akan lingkungan yang lebih aman dan terjaga.
Kamis (5/2/2026) menjadi saksi perubahan itu. Warna merah dan biru khas Damkar yang melekat bertahun-tahun diganti dengan nuansa putih dan cokelat. Lebih bersih, lebih tenang, dan lebih bersahabat. Namun perubahan paling penting bukan hanya pada cat dinding, melainkan pada semangat orang-orang di dalamnya.
Mereka bekerja dengan kesadaran yang sama: pos ini bukan milik satu kelompok, melainkan milik bersama. Dua ruangan disiapkan untuk mendukung aktivitas pemantauan lingkungan. Salah satunya direncanakan akan dilengkapi pendingin udara, jaringan WiFi, dan televisi—fasilitas sederhana yang diharapkan mampu menunjang koordinasi dan kebersamaan. Pagar dan pintu akses pun akan dibangun, bukan untuk membatasi, melainkan menjaga.
Kegiatan pembenahan ini turut dimonitor oleh Kanit Binmas Polsek Tambora, Iptu Agus Sudrajat, SH. Kehadiran aparat kepolisian berdampingan dengan masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa keamanan bukan hanya urusan negara, tetapi tanggung jawab bersama. Ketua Citra Bhayangkara Sektor Tambora, H.E. Hasanuddin, dan Ketua Citra Bhayangkara Sektor Jakarta Barat, Budi Wijaya, juga hadir, menyatu tanpa jarak dalam proses gotong royong.
Di tengah hiruk pikuk Jakarta Barat, pos kecil ini mungkin tak mencolok. Namun bagi warga sekitar, ia adalah simbol kepedulian. Tempat bertukar kabar, memantau situasi, dan menjaga lingkungan dari hal-hal yang tak diinginkan.
Belum ada tanggal pasti untuk peresmian. Tapi bagi mereka yang hari itu memegang kuas dan obeng, pos ini sudah “resmi” sejak semangat kebersamaan ditanamkan. Sebab keamanan, seperti bangunan ini, dibangun dari hal-hal sederhana—niat baik, kerja bersama, dan kepedulian yang tulus.
Reporter: Supriyadi (Pray)
.jpeg)

.jpeg)