Jakarta Barat, infoDKJ.com | Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat pembinaan karakter peserta didik, SD Muhammadiyah 26 Tambora menggelar kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat (23–27 Februari 2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, beralamat di Jl. Tanah Sereal X Gang Nusa Damai 4, Tambora, Jakarta Barat, ini diprakarsai oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ust. Suhendar, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Pesantren kilat diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan religius, di antaranya Sholat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, perlombaan kultum (kuliah tujuh menit), tahfidz hafalan Al-Qur’an, serta hafalan doa-doa sehari-hari. Kegiatan ini turut didampingi para guru pembimbing, yakni Ust. Suhendar, S.Pd, Zainudin, Ustadz Ujang, dan Heri.
Sejak pagi hari, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain membangun kebiasaan ibadah, pesantren kilat juga menjadi sarana pembelajaran praktik keagamaan secara langsung, sekaligus melatih keberanian dan kepercayaan diri siswa melalui perlombaan kultum.
Ust. Suhendar, S.Pd selaku Guru PAI dan Dikdasmen SD Muhammadiyah 26 Tambora menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin Ramadhan, melainkan bagian dari strategi pembentukan karakter Islami siswa sejak usia dini.
“Pesantren kilat ini kami rancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Melalui pembiasaan sholat, tadarus, serta hafalan doa dan Al-Qur’an, kami ingin menanamkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi kehidupan mereka ke depan,” ujar Ust. Suhendar.
Ia juga menambahkan bahwa momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan disiplin ibadah dan meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membangun semangat beribadah yang berkelanjutan, bukan hanya selama Ramadhan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan formal,” tambahnya.
Kegiatan pesantren kilat ini mendapat respons positif dari para siswa dan guru. Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan antar siswa dan tenaga pendidik.
Melalui Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H ini, SD Muhammadiyah 26 Tambora menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah.
Laporan: Heri



