Jakarta Barat, infoDKJ.com | Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Yayasan Raudlotul Murtadloo Annur kembali menggelar tradisi tahunan berupa karnaval budaya pendidikan yang dirangkai dalam acara Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri ke-23. Kegiatan ini digelar pada Minggu pagi di wilayah Tambora, Jakarta Barat, dan diikuti ratusan peserta.
Ketua Yayasan Raudlotul Murtadloo yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Kecamatan Tambora, Ustaz Mustofa, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar menanamkan nilai-nilai positif, kreativitas, serta kecintaan terhadap pendidikan Al-Qur’an kepada santri dan wali santri.
“Alhamdulillah, di usia ke-23 ini kami terus istiqomah menghadirkan kegiatan yang edukatif, religius, dan menggembirakan. Karnaval ini bukan sekadar pawai, tetapi media pendidikan dan syiar Islam dalam menyambut Ramadan,” ujar Ustaz Mustofa.
Sekitar 500 peserta yang terdiri dari santri, wali santri, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan seperti FBR, Banser, dan Pagar Nusa turut ambil bagian dalam karnaval tersebut. Meski diguyur gerimis, antusiasme peserta tidak surut. Mereka tetap berjalan tertib sambil menampilkan berbagai kreasi bertema pendidikan dan keislaman.
Yang menarik, pada tahun ini pihak yayasan secara khusus mendorong wali santri untuk tampil penuh kreasi. Para ibu wali santri mengenakan beragam kostum edukatif, mulai dari seragam pramuka, pelajar SMA, santri, hingga busana tokoh perempuan pesantren (bu nyai). Partisipasi aktif tersebut mendapat sambutan positif dan menambah semarak acara.
“Kami ingin wali santri terlibat langsung, merasakan kebersamaan, dan menjadi bagian dari proses pendidikan anak-anak mereka,” tambah Ustaz Mustofa.
Sementara itu, Wakil Camat Tambora yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Yayasan Raudlotul Murtadloo dalam mengelola pendidikan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.
“Kami bangga masih ada lembaga pendidikan Al-Qur’an yang konsisten menghadirkan kegiatan positif seperti ini. Raudlotul Murtadloo sudah 23 tahun berdiri dan telah mencetak generasi Qur’ani di Tambora. Saat ini terdapat sekitar 215 santri TKQ dan TPQ, ini capaian luar biasa dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya dalam sambutan.
Karnaval budaya ini telah menjadi agenda rutin tahunan Yayasan Raudlotul Murtadloo Annur setiap menjelang Ramadan. Selain sebagai ajang syiar dan kebersamaan, kegiatan ini juga memperkuat peran lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai pilar pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak dan berilmu.
Laporan: MM
.jpeg)



.jpeg)