Jakarta, infoDKJ.com | Semangat pembinaan generasi muda mewarnai pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan Rombongan Belajar Karang Taruna Kecamatan Tambora, yang digelar di Gedung Sasana Krida Karang Taruna Jembatan Lima, Jalan Laksa II RT 012 RW 02, Kelurahan Jembatan Lima, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Karang Taruna ini mendapat apresiasi langsung dari Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu, yang hadir bersama jajaran unsur kelurahan dan tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
- Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu
- Ketua Karang Taruna Kecamatan Tambora, Mustofa Kamal
- Ketua Karang Taruna Kelurahan Jembatan Lima, Hasan Basri
- Sekretaris Kelurahan Jembatan Lima, Ahmad Ghozali
- Kasi Pemerintahan Kelurahan Jembatan Lima, Kusuma Angga
- Ketua LMK Kelurahan Jembatan Lima, Andri Aldian
- Ketua FKDM Kelurahan Jembatan Lima, Hasim Haryadi
Wadah Pembinaan Spiritual dan Karakter
Pesantren kilat ini menghadirkan rangkaian kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter, antara lain:
- Tadarus Al-Qur’an
- Kajian Fiqih (Safinatun Naja)
- Praktik Ibadah
- Akhlak & Keislaman
- Pembinaan Remaja & Pemuda
- Tahfidz Juz Amma
- Kegiatan Sosial
- Seni Islami
- Lomba Islami
Ketua Karang Taruna Kecamatan Tambora, Mustofa Kamal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam membina generasi muda agar memiliki pondasi keimanan dan akhlak yang kuat.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membentuk karakter. Kami ingin anak-anak muda Tambora memiliki ruang yang positif, produktif, dan bernilai ibadah,” ujarnya.
Camat: Ini Investasi Moral untuk Masa Depan Tambora
Dalam sambutannya, Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Karang Taruna dalam menghadirkan program pembinaan berbasis keagamaan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pesantren kilat bukan hanya agenda tahunan, tetapi investasi moral untuk masa depan generasi Tambora,” ujar Pangestu.
Menurutnya, pembinaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritual.
“Kalau anak-anak muda kita dekat dengan Al-Qur’an, memahami fiqih, memperbaiki ibadah dan akhlaknya, maka insya Allah mereka akan menjadi kebanggaan orang tua dan lingkungan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, Karang Taruna, dan masyarakat harus terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi perkembangan remaja.
Pesan Pengingat: Jauhi Tawuran, Jaga Masa Depan
Di akhir sambutannya, Camat Pangestu menyampaikan pesan pengingat kepada para peserta agar menjadikan Ramadhan sebagai titik balik untuk menjauhi perilaku negatif, termasuk tawuran.
“Saya berharap anak-anak muda Tambora tidak terlibat tawuran. Itu bukan solusi, justru merusak masa depan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa selain berbahaya bagi keselamatan diri dan orang lain, tawuran juga memiliki konsekuensi serius, termasuk sanksi hukum dan sanksi sekolah bagi yang masih berstatus pelajar.
“Jangan sampai masa depan yang sudah dibangun rusak karena satu tindakan yang salah. Gunakan energi kalian untuk hal yang positif, seperti kegiatan pesantren ini,” ujarnya.
Pembukaan pesantren kilat ini menjadi simbol komitmen bersama membangun generasi yang religius, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Ramadhan di Tambora tahun ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang membentuk masa depan yang lebih baik bagi para remaja dan pemuda.
Laporan: Hasim



