Apa perbedaan antara seorang muslim dengan non-muslim? Seorang muslim adalah orang yang mendeklarasikan dua kalimat syahadat, yaitu menyatakan secara total kesiapan untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti jalan hidup Nabi Muhammad ï·º.
Menurut penjelasan Ibnul Qayyim dalam kitab Thariq al-Hijratain (طريق الهجرتين), seorang muslim sejatinya melakukan dua bentuk hijrah dalam hidupnya:
- Hijrah kepada Allah, yaitu dengan mentauhidkan-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya.
- Hijrah kepada Rasulullah ï·º, yaitu dengan mengikuti syariat dan sunnah beliau.
Jika seseorang melanggar prinsip ini, tentu ada konsekuensinya. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, para malaikat bertanya: ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab: ‘Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi.’ Para malaikat berkata: ‘Bukankah bumi Allah luas sehingga kamu dapat berhijrah di dalamnya?’ Maka mereka itu tempatnya di neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. An-Nisa: 97)
Namun, pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang mau kembali kepada Allah:
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka Allah akan mengganti kejahatan mereka dengan kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Furqan: 70)
Tujuh Syarat Tauhid “Laa Ilaaha Illallah”
Agar tauhid Laa ilaaha illallah benar-benar kuat, para ulama menjelaskan bahwa kalimat ini memiliki tujuh syarat:
1. Berilmu tentang maknanya
“Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah...”
(QS. Muhammad: 19)
2. Yakin tanpa keraguan
“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak ragu-ragu...”
(QS. Al-Hujurat: 15)
3. Menerima dengan sepenuh hati
Tidak menolak seperti kaum musyrikin yang menyombongkan diri.
(QS. Ash-Shaffat: 35–36)
4. Tunduk dan patuh
“Barang siapa berserah diri kepada Allah dan berbuat kebaikan maka ia telah berpegang pada tali yang kokoh.”
(QS. Luqman: 22)
5. Jujur dalam keimanan
(QS. Al-Ankabut: 1–3)
6. Mencintai kalimat tauhid
(QS. Al-Baqarah: 165)
Sebaliknya, orang yang membenci apa yang Allah turunkan maka amalnya akan sia-sia.
(QS. Muhammad: 9)
7. Ikhlas karena Allah
“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Az-Zumar: 2)
Rasulullah ï·º bersabda:
“Barang siapa mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’ dengan ikhlas, maka ia akan masuk surga.”
(HR. Al-Bazzar, shahih)
Makna ikhlas di sini adalah memenuhi seluruh syarat tauhid tersebut.
Makna Syahadat Kedua
“Muhammad Rasulullah”
Syahadat kedua bermakna bersaksi bahwa Nabi Muhammad ï·º adalah utusan Allah yang menyempurnakan ajaran para nabi sebelumnya.
Maknanya mencakup tiga hal utama:
1. Membenarkan ajaran beliau
Meyakini bahwa beliau adalah rahmat bagi seluruh alam.
(QS. Al-Anbiya: 107)
(QS. Saba: 28)
2. Mentaati perintah beliau
“Barang siapa menaati Rasul maka sesungguhnya ia telah menaati Allah.”
(QS. An-Nisa: 80)
(QS. Al-Anfal: 24)
3. Menjauhi larangan beliau
(QS. Al-Ahzab: 36)
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
Buah dari Syahadat
Seorang muslim yang benar-benar memegang teguh dua kalimat syahadat akan berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Allah menggambarkan kalimat tauhid seperti pohon yang baik:
“Kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu menghasilkan buah setiap waktu dengan izin Tuhannya.”
(QS. Ibrahim: 24–25)
Maknanya:
- Akar → Iman yang kokoh
- Batang → Ibadah yang tegak
- Buah → Akhlak yang mulia
Itulah gambaran ideal seorang muslim: iman yang kuat, ibadah yang istiqamah, dan akhlak yang bermanfaat bagi sesama.
Karena itu, setiap muslim hendaknya terus mengoreksi diri dan berusaha menjalankan makna dua kalimat syahadat secara konsekuen, agar menjadi pribadi yang tangguh dan menjadi teladan di tengah masyarakat.


