Farid Achmad Okbah, M.A.
Al-Qur’an menyebutkan dalam Surah Yunus ayat 87 agar menjadikan rumah sebagai kiblat, yakni tempat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
... وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
“…Dan jadikanlah rumah-rumahmu itu kiblat (tempat ibadah), dirikanlah salat, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.”
(QS. Yunus: 87)
Ibnu Abbas memaknai ayat ini sebagai anjuran agar rumah-rumah kita dijadikan tempat untuk memperbanyak ibadah kepada Allah.
Beribadah dalam makna yang luas setidaknya dapat diwujudkan melalui beberapa hal berikut:
Pertama, menjadikan rumah sebagai tempat meningkatkan ilmu, baik dengan membaca buku maupun mendengarkan kajian-kajian yang benar melalui berbagai media, sehingga pengetahuan dan pemahaman kita terus bertambah.
Kedua, memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui shalat, membaca Al-Qur’an, dan bermunajat kepada-Nya agar rasa cinta kepada Allah semakin tumbuh.
Ketiga, menumbuhkan rasa takut kepada Allah sehingga kita semakin tunduk dan patuh kepada syariat-Nya. Di saat yang sama, kita juga memperbanyak doa dan harapan kepada-Nya agar kehidupan kita diberkahi, dijauhkan dari bahaya, serta diberikan keselamatan di dunia dan akhirat.
Keempat, meningkatkan amal saleh, baik dalam hubungan dengan Allah (hablum minallah) maupun dengan sesama manusia (hablum minannas).
Kelima, memperbanyak infak dan sedekah, khususnya untuk membantu para fakir dan miskin yang membutuhkan uluran tangan.
Keenam, membersihkan hati dari berbagai penyakit hati seperti syubhat, syahwat, kesombongan, iri, dengki, dan sifat buruk lainnya.
Ketujuh, memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Kedelapan, membiasakan berpikir positif demi kemajuan diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Kesembilan, berkhidmat kepada keluarga serta memuliakan tamu, terutama orang-orang saleh yang berkunjung ke rumah kita.
Kesepuluh, mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang kita alami dalam kehidupan serta melakukan evaluasi atas apa yang telah kita kerjakan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
"Barang siapa di antara kalian yang pada pagi hari merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya."
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad)
Semoga rumah kita benar-benar menjadi “kiblat” yang menghadirkan nilai tambah dalam kehidupan, menjadi tempat bertumbuhnya keimanan, serta menjadi bekal untuk perjalanan panjang menuju kampung akhirat.
Baarakallahu fiikum.


