JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Kepolisian Sektor (Polsek) Kebon Jeruk bersama unsur Tiga Pilar dan potensi masyarakat menggelar apel gabungan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) pada Sabtu (14/3/2026) malam. Operasi ini digelar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya aksi tawuran remaja yang kerap terjadi di sejumlah titik rawan di wilayah tersebut.
Apel yang berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB dipusatkan di Pos Pelayanan Idul Fitri 1447 H, Jalan Panjang Arteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha Ferdianto, S.E., didampingi Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi, S.E., S.H., M.A. serta Lurah Kelapa Dua Elfin Ridho Putra.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 05/Kebon Jeruk Mayor Inf Irwan Triono, Wakapolsek Kebon Jeruk AKP Subartoyo, S.H., M.H., jajaran pejabat utama Polsek Kebon Jeruk, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta sejumlah elemen masyarakat.
Sebanyak 119 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain Polsek Kebon Jeruk, Koramil, Satpol PP, Gulkarmat, FKDM, Satlinmas, Karang Taruna, PPSU, hingga unsur RT/RW.
Antisipasi Tawuran dan Gangguan Malam Hari
Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha Ferdianto menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari Kegiatan Kepolisian Rutin yang Ditingkatkan (KKRYD) untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah, terutama pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terjadi gangguan kamtibmas.
Menurutnya, patroli terpadu dilakukan untuk mencegah potensi konflik antar kelompok remaja yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian aparat.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya tawuran yang sering terjadi pada malam hari,” ujar Nur Aqsha dalam arahannya kepada peserta apel.
Patroli Dua Zona dan Titik Rawan
Usai apel, personel gabungan langsung diterjunkan melakukan patroli mobile yang dibagi ke dalam dua zona pengawasan, yakni zona utara dan zona selatan wilayah Kebon Jeruk.
Sejumlah ruas jalan yang dianggap strategis sekaligus rawan menjadi fokus patroli, di antaranya Jalan Budi Raya, Jalan Arjuna Utara, Jalan Pasar Patra, kawasan Perumahan Green Ville, Jalan Panjang Kedoya Utara, Jalan Arjuna Selatan, Jalan Panjang Relasi Kebon Jeruk, Jalan Panjang Kelapa Dua, hingga Jalan Pos Pengumben.
Selain patroli bergerak, aparat juga mendirikan tiga pos pantau (strong point) yang difungsikan sebagai titik pengawasan terhadap potensi aksi tawuran.
Tiga titik tersebut berada di Budi Raya Kebon Jeruk, Perempatan Kemis Kedoya Selatan, serta Haji Peeng Batusari/Gang Samudera yang mencakup wilayah Sukabumi Utara dan Kebon Jeruk.
Setiap pos pantau dipimpin perwira pengendali dari Polsek Kebon Jeruk yang bertugas memantau situasi sekaligus merespons cepat jika terjadi potensi gangguan keamanan.
Target “Zero Tawuran”
Operasi terpadu ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk menekan angka tawuran yang kerap melibatkan kelompok remaja di sejumlah kawasan Jakarta Barat.
Melalui penguatan patroli dan pengawasan di titik rawan, aparat berharap dapat menciptakan situasi wilayah yang lebih aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mendorong tercapainya target “Zero Tawuran” di wilayah Kebon Jeruk.
Hingga operasi berakhir pada dini hari, aparat melaporkan situasi wilayah relatif aman dan tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol. (Yansen)




