Farid Achmad Okbah, M.A.
Pada saat Rasulullah ﷺ memulai dakwah di Mekkah, terdapat sekitar 128 perilaku jahiliyah yang harus digeser dengan nilai-nilai Islam. Namun di sisi lain, ada lebih dari 60 perilaku positif yang telah ada di masyarakat saat itu yang tetap dipertahankan oleh Rasulullah ﷺ, bahkan didorong agar berkembang lebih baik. Salah satunya adalah bersedekah.
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan tidak pernah takut menjadi miskin karena memberi. Bahkan sebagian sahabat pernah mengakui bahwa pada awalnya mereka masuk Islam karena tertarik dengan pemberian Nabi ﷺ. Namun tidak lama kemudian, justru mereka menyerahkan seluruh diri dan harta mereka untuk Islam. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh kedermawanan beliau.
Al-Qur’an memotivasi manusia untuk gemar bersedekah:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Sedekah dapat bersifat wajib, seperti zakat, dan dapat pula berupa sedekah sunnah. Allah SWT berfirman:
اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan budak, untuk orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."
(QS. At-Taubah: 60)
Rasulullah ﷺ bersabda:
ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ اْلخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ اْلخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ اْلمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ
"Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam."
(HR. At-Tirmidzi, shahih)
Bahkan para malaikat mendoakan kebaikan bagi orang yang bersedekah dan mendoakan keburukan bagi orang yang kikir:
ما مِن يَومٍ يُصْبِحُ العِبادُ فِيهِ، إلَّا مَلَكانِ يَنْزِلانِ، فيَقولُ أحَدُهُما: اللَّهُمَّ أعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، ويقولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
"Tidaklah seorang hamba memasuki pagi hari kecuali dua malaikat turun. Salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Dan yang lain berkata: 'Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (kikir).'"
(Muttafaq ‘Alaih)
Terlebih lagi ketika bulan Ramadhan, kedermawanan Rasulullah ﷺ semakin luar biasa, bagaikan angin yang berhembus tanpa henti. Anas bin Malik berkata:
"Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling baik, paling berani, dan paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa manusia terkait dengan dunia ini terbagi menjadi empat golongan:
إِنَّمَا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ...
"Dunia ini hanya dimiliki oleh empat golongan manusia:"
Pertama, hamba yang Allah berikan harta dan ilmu. Dengan keduanya ia bertakwa kepada Allah, menyambung silaturahmi, dan mengetahui hak Allah pada hartanya. Inilah kedudukan yang paling utama.
Kedua, hamba yang Allah berikan ilmu tetapi tidak diberi harta, namun ia memiliki niat yang tulus. Ia berkata: "Seandainya aku memiliki harta, aku akan melakukan seperti yang dilakukan fulan." Maka ia mendapat pahala sesuai niatnya, dan pahalanya sama.
Ketiga, hamba yang Allah berikan harta tetapi tidak diberi ilmu. Ia membelanjakan hartanya tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada Allah dalam hartanya, tidak menyambung silaturahmi, dan tidak mengetahui hak Allah dalam hartanya. Ini adalah kedudukan yang paling buruk.
Keempat, hamba yang tidak diberi harta maupun ilmu, tetapi berkata: "Seandainya aku memiliki harta, aku akan melakukan seperti yang dilakukan fulan (yang ketiga)." Maka ia mendapat dosa sesuai niatnya, dan dosanya sama.
(HR. At-Tirmidzi, shahih)
Di antara keutamaan sedekah adalah menghindarkan dari musibah dan murka Allah.
صنائعُ المعروفِ تقي مصارعَ السُّوءِ، والصَّدَقةُ خفيًّا تُطفِئُ غضَبَ الرَّبِّ، وصِلةُ الرَّحمِ زيادةٌ في العُمُرِ
"Perbuatan-perbuatan baik dapat menghindarkan dari keburukan, sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat meredam kemurkaan Allah, dan silaturahmi dapat menambah umur."
(HR. Ath-Thabrani, hasan)
Imam Syafi’i berpendapat:
"Kedermawanan dan kemurahan hati dapat menutup aib seseorang di dunia dan di akhirat selama ia aman dari bid'ah."
(Al-Adab Asy-Syar’iyyah, 3/313)
Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan:
"Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan keluarganya, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka."
(Al-Wabilush Shayyib, hal. 76)
Menurut sebagian ulama salaf:
"Shalatmu mengantarkanmu kepada setengah jalan menuju surga, puasa Ramadhan mengantarkanmu sampai di depan pintu surga, dan sedekahmu akan memasukkanmu ke dalam surga."
(Bughyatul Insan fi Wazha’if Ramadhan, Ibnu Rajab, hal. 29)
Semoga kita termasuk orang-orang yang dermawan, gemar berbagi, dan peduli kepada mereka yang membutuhkan.
Wallahu a’lam.


