Jakarta Utara, infoDKJ.com | Paguyuban Kerukunan Warga (PKW) RW 010 Kelurahan Penjaringan menginisiasi pembuatan video vlog Bank Sedekah PKW 010 sebagai upaya memperkenalkan program sosial berbasis pengelolaan sampah kepada masyarakat luas melalui platform digital.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Rawa Bebek, Penjaringan ini bertujuan untuk mendokumentasikan aktivitas, pengalaman, serta manfaat dari program bank sedekah yang telah berjalan sejak 2022.
Video vlog tersebut nantinya akan dipublikasikan melalui berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, sebagai media edukasi, inspirasi, serta penguatan citra positif kegiatan sosial masyarakat.
Dari Sampah Menjadi Sedekah
Bank Sedekah PKW 010 merupakan program sosial masyarakat yang mengelola sampah non-organik seperti plastik, kardus, logam, kaca, dan minyak jelantah (mijel) untuk diolah dan dijual kembali.
Kegiatan ini dilaksanakan rutin satu kali dalam sebulan di Sekretariat RW 010, Jl. Sukarela, Penjaringan. Sampah yang dikumpulkan oleh warga kemudian ditimbang, dipilah, dan dijual ke pengepul. Hasil penjualan digabungkan dengan donasi warga untuk kegiatan sosial.
Program ini digerakkan oleh Ketua RW 010 H. Rakib, bersama Ketua PKW 010 Junaedi, jajaran keamanan lingkungan (Kantib), Linmas, serta didukung RT, LMK, PKK, Dawis, Jumantik, dan masyarakat.
Manfaat Sosial Nyata untuk Warga
Berbeda dengan bank sampah pada umumnya, PKW 010 tidak menggunakan sistem nasabah, melainkan berbasis kesukarelaan warga.
Dana yang terkumpul digunakan untuk:
- Membantu proses pemulasaraan jenazah warga Muslim (kain kafan, ambulans, hingga pemakaman)
- Memberikan santunan duka bagi warga non-Muslim
- Mendukung bantuan sosial bagi anak yatim, lansia, dan warga membutuhkan
“Semua kembali ke masyarakat. Ini murni kegiatan sosial dari warga untuk warga,” ujar Ketua RW 010, H. Rakib.
Ia menambahkan bahwa program ini telah berjalan konsisten tanpa kendala pendanaan, bahkan saat terjadi beberapa kasus kematian dalam satu bulan.
Transparansi dan Gotong Royong
Dalam pelaksanaannya, PKW 010 menerapkan prinsip transparansi. Setiap kegiatan penimbangan dan pemasukan dana dilaporkan secara tertulis dan didokumentasikan dalam bentuk video, serta dilaporkan kepada pihak lingkungan hidup tingkat kelurahan hingga kota.
Meski demikian, tantangan masih ada, terutama dalam memberikan pemahaman kepada sebagian warga mengenai pentingnya program ini. Namun, edukasi terus dilakukan secara bertahap.
Dukungan Berbagai Pihak
Ketua PKK RW 010, Suhartini, menegaskan bahwa program ini harus terus didukung karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat.
“Ini murni gotong royong, tidak ada kepentingan pribadi. Semua untuk warga,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari unsur kelurahan, melalui perwakilan Pokja 3 yang membidangi program ketahanan keluarga, lingkungan, dan pengelolaan sampah.
Edukasi Melalui Media Digital
Melalui pembuatan video vlog, PKW 010 berharap program Bank Sedekah dapat dikenal lebih luas serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
“Di era digital ini, kami ingin mengenalkan bahwa dari sampah pun bisa menjadi sedekah dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” tutup H. Rakib.
Penulis: Sulaeman


