JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kebon Jeruk didorong untuk tetap menjaga tradisi keagamaan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital.
Pesan tersebut disampaikan oleh Katib Suriyah MWC NU Kebon Jeruk, Ustadz Dr. Ridholloh, saat memimpin sidang dalam rangkaian Musyawarah Kerja (Musker) MWC NU Kebon Jeruk.
Jaga Tradisi, Perkuat Identitas Nahdliyin
Dalam arahannya, Ustadz Dr. Ridholloh menegaskan pentingnya berpegang pada prinsip:
“Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”
(Memelihara tradisi lama yang baik serta mengambil hal baru yang lebih baik)
Ia menilai, di tengah dinamika kehidupan Jakarta yang terus bergerak cepat, tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah harus tetap menjadi fondasi utama.
Praktik keagamaan seperti tahlilan, istighosah, hingga pengajian kitab kuning bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari identitas yang menjaga keseimbangan spiritual masyarakat Nahdliyin.
“Tradisi ini adalah akar jati diri yang membuat masyarakat tetap sejuk, terarah, dan memiliki pegangan di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Adaptasi Digital Jadi Keniscayaan
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengurus NU tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan media digital.
Menurutnya, pengelolaan organisasi harus mulai diarahkan ke sistem yang lebih modern, termasuk:
- optimalisasi media sosial sebagai sarana dakwah
- respons cepat terhadap isu sosial
- inovasi program berbasis kebutuhan masyarakat
“Teknologi harus menjadi alat yang memperkuat syiar Islam rahmatan lil ‘alamin, bukan justru membuat kita tertinggal,” tegasnya.
Sinergi Tradisi dan Inovasi
Lebih lanjut, Ustadz Ridholloh menekankan pentingnya keseimbangan antara menjaga tradisi dan melakukan inovasi. Keduanya dinilai tidak bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan.
“Jangan tabu terhadap perubahan selama membawa maslahat, namun jangan sampai tercerabut dari sanad keilmuan para kiai,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pengurus MWC NU Kebon Jeruk untuk menjadikan organisasi sebagai wadah yang mampu memadukan kelestarian tradisi dengan ketangkasan dalam berinovasi.
Arah Baru Khidmah NU
Dengan semangat tersebut, diharapkan kepengurusan MWC NU Kebon Jeruk ke depan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran NU sebagai penjaga tradisi sekaligus pelopor dakwah yang adaptif dan relevan di era modern. (Yansen)



