Jakarta, infoDKJ.com | Senin, 18 Mei 2026
“Peradaban besar tidak lahir dari organisasi yang sibuk berpidato, tetapi dari gerakan yang memiliki data, sistem, dan masjid yang hidup.”
Muhammadiyah Menjawab Tantangan Zaman dengan Transformasi Digital
Di tengah perkembangan zaman yang semakin digital, Muhammadiyah terus menunjukkan dirinya sebagai organisasi Islam modern yang tidak berhenti bergerak dan berbenah. Salah satu langkah nyata tersebut terlihat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh LPCRPM PWM DKI Jakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Gedung Dakwah PWM DKI Jakarta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola organisasi berbasis data dan teknologi digital, khususnya dalam pengembangan cabang, ranting, serta pembinaan masjid Muhammadiyah di wilayah Jakarta Barat.
Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Bunyamin, M.Pd.I selaku Wakil Ketua PWM DKI Jakarta Bidang LPCRPM, bersama Sutaryo selaku Sekretaris LPCRPM PWM DKI Jakarta. Hadir pula Ketua PDM Jakarta Barat Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag., Sekretaris PDM Jakarta Barat Mardjuan Bakri, S.H., para Ketua dan anggota PCM se-Jakarta Barat, serta para admin dan operator khusus LPCRPM tingkat PDM maupun PCM.
Pendataan Bukan Sekadar Administrasi
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Bunyamin menegaskan bahwa pendataan organisasi bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan bagian dari pembangunan peradaban Muhammadiyah yang berbasis ilmu, ketertiban, dan akurasi data.
Menurutnya, organisasi besar tidak cukup hanya memiliki amal usaha dan jaringan luas, tetapi juga harus memiliki sistem informasi yang kuat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan data yang akurat, arah kebijakan organisasi akan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan umat secara nyata.
Sementara itu, Ketua PDM Jakarta Barat Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh unsur LPCRPM, baik di tingkat PWM, PDM, maupun PCM yang terus bergerak melakukan pendataan secara sistematis. Ia menyebut capaian pengisian data LPCRPM Jakarta Barat telah mencapai 94 persen, sebuah angka yang menunjukkan kesungguhan kolektif seluruh pimpinan dan operator di lapangan.
Menurutnya, capaian tersebut bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari sinergi bersama, kedisiplinan organisasi, serta kesadaran bahwa Muhammadiyah harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan organisasi. Muhammadiyah harus hadir sebagai organisasi Islam yang modern, tertib administrasi, kuat dalam data, dan cepat dalam merespons tantangan zaman,” ungkapnya.
Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Peradaban
Dalam kegiatan tersebut juga ditegaskan bahwa masjid tidak boleh dipahami hanya sebagai tempat ibadah mahdhah semata, tetapi harus kembali dihidupkan sebagai pusat kebangkitan peradaban umat.
Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid memiliki fungsi yang sangat luas: pusat pendidikan, pusat pembinaan umat, pusat dakwah, pusat musyawarah, hingga pusat penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, penguatan data masjid, cabang, dan ranting menjadi sangat penting. Muhammadiyah memandang bahwa masjid yang tertata dengan baik, memiliki database yang jelas, program yang hidup, serta terhubung dengan sistem organisasi yang kuat akan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan umat di tengah tantangan zaman modern.
Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga pusat lahirnya ilmu, akhlak, solidaritas sosial, dan gerakan perubahan masyarakat. Dari masjidlah peradaban Islam dahulu dibangun, dan dari masjid pula kebangkitan umat di masa depan harus kembali dimulai.
Oleh sebab itu, pembinaan masjid melalui LPCRPM menjadi bagian strategis yang tidak bisa diabaikan. Pendataan digital yang dilakukan Muhammadiyah hari ini bukan sekadar mengumpulkan angka, tetapi sedang membangun fondasi besar bagi penguatan dakwah dan pelayanan umat secara berkelanjutan.
Peran Teknis yang Menentukan Jalannya Acara
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris LPCRPM PWM DKI Jakarta, Sutaryo, juga mendapat perhatian khusus karena secara teknis memimpin langsung jalannya acara Bimbingan Teknis.
Mulai dari koordinasi materi, pengarahan teknis pengisian data, sinkronisasi sistem, hingga memastikan seluruh peserta memahami mekanisme pendataan digital yang sedang dijalankan Muhammadiyah.
Peran tersebut dinilai sangat penting, sebab keberhasilan transformasi digital organisasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga oleh kemampuan teknis dalam mengawal implementasi sistem secara detail, disiplin, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan teknis yang terstruktur, Sutaryo dinilai berhasil membangun suasana pelatihan yang aktif, serius, namun tetap cair dan mudah dipahami oleh seluruh peserta, baik dari tingkat PDM maupun PCM. Hal itu turut mempercepat pemahaman operator dan admin LPCRPM dalam melakukan input serta validasi data organisasi secara digital.
Menuju Database Muhammadiyah yang Kuat dan Strategis
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai aspek teknis pengisian dan sinkronisasi data cabang, ranting, masjid, serta penguatan sistem administrasi berbasis digital yang nantinya menjadi bagian dari database nasional Muhammadiyah.
Data tersebut akan menjadi pijakan strategis bagi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mengambil berbagai kebijakan penting ke depan, baik dalam pengembangan dakwah, pendidikan, pembinaan masjid, pemberdayaan umat, penguatan ekonomi, maupun perluasan pelayanan sosial kemasyarakatan.
Lebih jauh lagi, keberadaan database yang kuat akan membantu Muhammadiyah membaca realitas umat secara lebih objektif dan ilmiah. Di era modern seperti sekarang, data bukan sekadar angka, tetapi merupakan instrumen penting dalam menentukan arah gerakan, memetakan potensi, membaca tantangan, hingga menyusun strategi pembangunan umat dan bangsa.
Kehadiran unsur pimpinan PWM DKI Jakarta yang langsung turun mendampingi proses teknis juga menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya berbicara tentang modernisasi organisasi di tingkat konsep, tetapi benar-benar serius membangun sistem administrasi dan database yang kuat hingga ke level cabang dan ranting.
Dari Cabang dan Ranting untuk Kemajuan Umat dan Bangsa
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh semangat kolaborasi. Para peserta terlihat aktif berdiskusi, saling berbagi pengalaman teknis di lapangan, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menyukseskan pendataan organisasi secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Jakarta Barat menunjukkan bahwa gerakan dakwah modern membutuhkan fondasi data yang kuat. Sebab organisasi yang besar tidak hanya dibangun oleh semangat, tetapi juga oleh sistem yang tertata, informasi yang akurat, dan visi jauh ke depan.
Muhammadiyah hari ini bukan hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga sedang menyiapkan masa depan. Dari masjid, cabang, ranting, hingga pusat data digital — semuanya bergerak menuju satu tujuan: menghadirkan Islam Berkemajuan untuk kemajuan organisasi, umat, bangsa, dan negara.
Penulis:
Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag.


