JAKARTA, infoDKJ.com | Di tengah padatnya kawasan permukiman Jakarta Barat, semangat gotong royong dan kebersamaan warga masih tumbuh kuat. Hal itu terlihat di Sanggar Lenong 212 yang berada di wilayah Jelambar Baru RT 008/RW 06, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Tambora.
Sanggar yang telah berdiri sekitar tiga tahun lalu tersebut kini berkembang menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan keagamaan masyarakat setempat. Berbagai aktivitas rutin digelar hampir setiap pekan dengan melibatkan warga dari berbagai usia dan latar belakang.
Kegiatan yang berlangsung di Sanggar Lenong 212 di antaranya latihan silat tradisional aliran Beksi, majelis taklim, olahraga bulutangkis dan tenis meja, kerja bakti lingkungan, hingga penanaman pohon.
Setiap malam Jumat, warga rutin menggelar yasinan dan tahlil bersama sebagai bentuk penguatan nilai spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Sementara pada malam Sabtu, sanggar menjadi tempat latihan silat Beksi, salah satu warisan budaya Betawi yang terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat.
Adapun malam Minggu dimanfaatkan warga untuk berolahraga bersama melalui kegiatan tenis meja dan bulutangkis yang diikuti berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan budaya, warga Kampung Lenong 212 juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Setiap Minggu pagi, masyarakat melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekaligus melakukan penanaman pohon secara bertahap.
Berbagai tanaman buah kini mulai tumbuh di area sanggar, di antaranya pohon kelapa, mangga, dan pisang. Penghijauan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sehat di tengah kawasan padat penduduk.
Ketua Sanggar Lenong 212, Bang Irfan, mengatakan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan bertujuan memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Walaupun tempatnya tidak terlalu luas, tapi suasananya sudah seperti satu kampung. Semua merasa memiliki dan saling menjaga kebersamaan,” ujar Bang Irfan.
Sanggar Lenong 212 juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti musholla, lapangan bulutangkis, pendopo, MCK, serta area parkir yang digunakan bersama oleh warga.
Menariknya, di sela-sela kegiatan sosial dan olahraga, warga tetap menjaga nilai-nilai religius. Saat waktu salat Zuhur tiba, seluruh aktivitas dihentikan sementara untuk melaksanakan salat berjamaah di musholla sanggar.
Suasana kekeluargaan semakin terasa setiap selesai kerja bakti dan penanaman pohon. Warga biasanya berkumpul menikmati makan siang bersama secara lesehan di pendopo sanggar.
Sebelum makan bersama dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengirimkan doa Al-Fatihah untuk orang tua, para guru yang telah wafat, serta Nabi Muhammad SAW. Tradisi sederhana tersebut menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus penguat nilai spiritual di tengah kebersamaan warga.
Pembinaan Sanggar Lenong 212 turut mendapat dukungan dari Ketua RW 06 serta Lurah Jelambar Baru. Adapun susunan pengurus sanggar terdiri dari Bang Irfan sebagai ketua, Bang Aris sebagai wakil ketua, Bang Syaipul sebagai sekretaris, dan Bang Iyar sebagai humas.
Keberagaman latar belakang masyarakat yang terlibat dalam setiap kegiatan membuat kawasan tersebut dikenal warga dengan sebutan “Kampung Lenong”. Sebuah ruang kebersamaan yang memadukan budaya, olahraga, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai spiritual di tengah dinamika kehidupan perkotaan Jakarta.
(Yansen)




