JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Lembaga Takmir Masjid Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LTM PCNU) Jakarta Barat menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Plus Butcher atau juru daging, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PCNU Jakarta Barat tersebut dimulai sejak pukul 08.30 WIB dan diikuti puluhan peserta dari berbagai Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan mushala di wilayah Jakarta Barat.
Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua PCNU Jakarta Barat, H. Agus Salim. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penerapan standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam proses penyembelihan hewan qurban.
Menurutnya, pelaksanaan qurban tidak hanya harus memenuhi syariat Islam, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan hewan.
“Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas menjelang Idul Adha, tetapi merupakan ikhtiar bersama agar proses penyembelihan hewan qurban benar-benar sesuai syariat dan higienis bagi masyarakat yang mengonsumsinya,” ujar H. Agus Salim.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, LTM PCNU Jakarta Barat menghadirkan dua pemateri yang kompeten di bidang penyembelihan halal, yakni Ust. Abd. Rokib dan Ust. Adus Salam.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari fikih penyembelihan hewan qurban, teknik merobohkan hewan secara ihsan tanpa menyiksa, hingga teknik butcher atau penanganan daging pasca penyembelihan agar tetap bersih, sehat, dan layak konsumsi.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Tercatat sekitar 60 peserta hadir mengikuti pelatihan sebagai persiapan menjadi panitia qurban di lingkungan masjid dan mushala masing-masing.
LTM PCNU Jakarta Barat berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masyarakat sehingga proses penyembelihan hewan qurban di Jakarta Barat dapat berjalan sesuai standar syariat, kesehatan, dan kebersihan.
Melalui pelatihan ini, PCNU Jakarta Barat juga ingin mendorong terciptanya pelaksanaan ibadah qurban yang lebih profesional, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat penerima maupun pelaksana qurban.
Laporan: Dwi J




