Jakarta Barat, infoDKJ.com | Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palmerah menggelar kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kader NU dengan tema “Meneguhkan Tekad Berkhidmah pada Agama melalui Nahdlatul Ulama” pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Al Abror, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB tersebut diikuti sekitar 60 peserta. Peserta terdiri atas jajaran Pengurus MWCNU Kecamatan Palmerah, pimpinan badan otonom (Banom) NU tingkat kecamatan, serta pimpinan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Palmerah.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa, dilanjutkan pembukaan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, ayat suci Al-Qur'an, Sholawat Badar, serta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Palmerah, Ali Murtadho, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga keikhlasan dalam berkhidmah kepada agama melalui organisasi Nahdlatul Ulama.
Ia mengawali sambutannya dengan mengutip kalimat yang populer di kalangan generasi muda, “Ikhlas itu berat, kita tidak akan kuat.” Menurutnya, keikhlasan merupakan fondasi utama dalam menjalankan pengabdian di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Ali Murtadho merujuk pada kitab Tuhfatul Murid karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri.
“Menurut beliau, ikhlas memiliki tiga tingkatan. Jika kita belum mampu mencapai tingkatan ikhlas yang tertinggi dan tingkatan pertengahan juga dirasa sulit, maka setidaknya kita berupaya mencapai tingkatan ikhlas yang paling rendah, yaitu berkhidmah pada agama melalui Nahdlatul Ulama dengan harapan memperoleh balasan berupa keberkahan umur, keberkahan keluarga, dan keberkahan keturunan,” ujarnya yang disambut antusias para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis dari narasumber yang berasal dari unsur ulama, akademisi, dan pemerintah.
Narasumber pertama, Dr. KH. Syamsul Ma'arif, Ketua PWNU DKI Jakarta, menyampaikan materi mengenai sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama serta peran NU dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.
Selanjutnya, Prof. Dr. Rusli, S.Ag., M.Soc.Sc, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memberikan materi tentang pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus NU dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan tantangan era digital.
Materi berikutnya disampaikan oleh Saiful Anan, S.Sos.I, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Jakarta Barat. Ia menekankan pentingnya kemampuan organisasi keagamaan untuk beradaptasi dengan perkembangan media sosial dan transformasi digital agar tetap relevan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, KH. Agus Salim, Ketua PCNU Jakarta Barat, memberikan penguatan mengenai peran kader Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan umat, memperkuat pelayanan keagamaan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Secara umum, seluruh materi yang disampaikan para narasumber berfokus pada sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kader dan pengurus NU agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan kader ini, MWCNU Kecamatan Palmerah berharap dapat melahirkan kader-kader Nahdlatul Ulama yang memiliki komitmen kuat dalam berkhidmah kepada agama, meningkatkan kualitas diri dan organisasi, serta mampu menghadapi tantangan era digital dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. (Yansen)



