Jakarta, infoDKJ.com | Gelombang solidaritas untuk Palestina kembali menggema di Jakarta. Dalam Aksi Bela Palestina yang digelar pada Ahad (14/6), berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Kita Palestina Komite Solidaritas Palestina menyampaikan pernyataan sikap tegas terhadap berlanjutnya agresi militer Israel di Gaza dan berbagai pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di Palestina.
Aksi yang berlangsung damai tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Dalam pernyataannya, peserta aksi menyoroti masih berlangsungnya serangan militer di Gaza meskipun sebelumnya telah disepakati gencatan senjata pada November 2025. Mereka menyebutkan bahwa dalam tujuh bulan terakhir lebih dari seribu warga Palestina dilaporkan menjadi korban jiwa, sementara akses bantuan kemanusiaan dan kebutuhan pokok masih jauh dari kebutuhan masyarakat.
Selain situasi di Gaza, perhatian juga tertuju pada berbagai peristiwa yang terjadi di Tepi Barat, termasuk penutupan Masjid Al-Aqsa, berbagai tindakan provokatif di kawasan suci tersebut, serta serangan terhadap permukiman warga dan rumah-rumah ibadah, termasuk Gereja St. George (Al-Khader) di Desa Taybeh.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan peserta aksi, Komite Solidaritas Palestina menyampaikan sepuluh poin tuntutan dan seruan kepada masyarakat internasional. Di antaranya mengecam segala bentuk agresi terhadap rakyat Palestina, menolak perluasan pendudukan wilayah Gaza, mendesak negara-negara dunia untuk mengambil langkah nyata dalam mendukung kemerdekaan Palestina, serta mendorong penegakan hukum internasional terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas pelanggaran kemanusiaan.
Massa aksi juga menyampaikan kecaman terhadap penangkapan dan perlakuan terhadap para aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi Sumud Flotilla 2.0, serta menyerukan pembebasan seluruh aktivis yang ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina.
Di sisi lain, peserta aksi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia yang selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui jalur diplomasi dan bantuan kemanusiaan. Mereka berharap peran Indonesia terus diperkuat bersama negara-negara sahabat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Selain menyuarakan dukungan moral, aksi tersebut juga mengajak masyarakat untuk terus menunjukkan solidaritas melalui bantuan kemanusiaan, doa, serta memperkuat gerakan boikot terhadap produk-produk yang dinilai terafiliasi dengan Israel sebagaimana tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 83 Tahun 2023.
Aksi Bela Palestina ditutup dengan seruan bersama untuk menghentikan kekerasan, membuka akses bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, serta mewujudkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari perjuangan menegakkan keadilan dan kemanusiaan di dunia.
"Stop Genosida, Selamatkan Gaza, Palestina Merdeka," menjadi pesan yang menggema sepanjang kegiatan sebagai simbol solidaritas masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina
(Adang)



