Jakarta Barat, infoDKJ.com | Semangat melestarikan budaya Betawi terus digaungkan oleh Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 melalui Festival Budaya Betawi: Lomba Tari Kreasi Betawi 2026 yang digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Aula Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat.
Festival yang memasuki penyelenggaraan angkatan kedua ini menjadi bukti nyata komitmen Bamus Suku Betawi 1982 dalam menjaga kelestarian seni budaya Betawi sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu membawa kesenian Betawi tampil di panggung nasional hingga internasional seiring transformasi Jakarta sebagai Kota Global.
Ketua DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Barat, H. Abdullah, S.Sos, yang akrab disapa H. Baap, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program hibah Bamus Suku Betawi 1982 yang dilaksanakan oleh DPD Jakarta Barat sebagai upaya membangun ekosistem pelestarian budaya secara berkelanjutan.
"Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda agar mencintai, menjaga, dan mengembangkan seni tari Betawi sebagai identitas budaya yang harus terus diwariskan," ujarnya.
Untuk menjaga kualitas penilaian, Bamus Suku Betawi 1982 kembali menggandeng Ketua Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI), Atin Kisam, bersama dewan juri lainnya dalam menentukan para pemenang lomba.
Sementara itu, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, H. Zainuddin atau yang akrab disapa Haji Oding, menegaskan komitmen organisasinya dalam mencetak seniman tari Betawi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami mempunyai keinginan agar sanggar-sanggar kami mendapat kesempatan mengisi berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga seni budaya Betawi semakin dikenal luas," ungkapnya.
Suasana festival semakin semarak saat seluruh peserta, dewan juri, dan tamu undangan membuka acara dengan flashmob Tari Lenggang Nyai. Gerakan yang kompak dan penuh semangat tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga warisan budaya Betawi.
Sebanyak 15 peserta yang berasal dari berbagai sanggar seni dan sekolah menengah pertama di wilayah Jakarta Barat menampilkan kreativitas terbaiknya melalui beragam tarian khas Betawi, di antaranya Tari Nandak Ganjen, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Zapin Melayu Betawi.
Penampilan para peserta mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena mampu memadukan teknik, ekspresi, serta kekayaan budaya Betawi dalam setiap gerakan tari.
Pada akhir perlombaan, Sanggar Novi berhasil meraih Juara I lewat penampilan memukau Tari Nandak Ganjen. Posisi Juara II diraih Sanggar Aliskya Denali melalui Tari Lenggang Nyai, sedangkan Juara III diraih SMP Negeri 248 Jakarta dengan penampilan Tari Zapin Melayu Betawi.
Festival ini turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 H. Zainuddin (Haji Oding) beserta Sekretaris Jenderal Bang Ihsan, perwakilan Wali Kota Administrasi Jakarta Barat melalui Camat Kembangan, perwakilan Polres Metro Jakarta Barat, Kodim 0503/Jakarta Barat, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, KPU Jakarta Barat, FKDM Kota Administrasi Jakarta Barat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Melalui festival ini, Bamus Suku Betawi 1982 berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai seni budaya Betawi sekaligus memperkuat eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota metropolitan bertaraf global. Festival ini juga menjadi bukti bahwa budaya Betawi tetap hidup, berkembang, dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta di masa depan.
(Yansen)




