JAKARTA, 13 Agustus 2026 — Ketua Umum Pemuda Kota Republik Indonesia, Abu Bakar MBS, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap operasi pemberantasan narkotika yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Brimob Polda Metro Jaya di Kampung Bahari, Jakarta Utara, menjelang fajar.
Abu Bakar menilai langkah tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.
“Di bulan kemerdekaan ini, makna kemerdekaan harus kita perluas. Indonesia tidak cukup hanya merdeka dari penjajahan, tetapi juga harus merdeka dari narkotika yang menghancurkan generasi bangsa,” ujar Abu Bakar MBS, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Pemuda Kota, dalam operasi tersebut aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 89 kilogram sabu, 91 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai sekitar Rp1,4 miliar, sejumlah senjata dan peluru, serta kendaraan. Sebanyak sembilan orang turut diamankan.
“Ini bukan sekadar persoalan jumlah barang bukti. Di balik narkotika ada ancaman terhadap masa depan anak muda Indonesia. Karena itu, jaringan peredarannya harus dibongkar sampai ke akar,” tegas Abu Bakar.
Pemuda Kota memberikan apresiasi kepada Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto beserta jajaran BNN, Kapolda Metro Jaya, dan jajaran Brimob atas keberanian dan keseriusan dalam menjalankan operasi tersebut, meski terdapat perlawanan dari sejumlah oknum melalui kembang api.
Abu Bakar MBS juga mendorong agar penindakan tidak berhenti pada pelaku di lapangan. Aparat perlu menelusuri pemasok, pengendali, aliran dana, hingga aset yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika sesuai ketentuan hukum.
“Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Telusuri siapa pemasoknya, siapa pengendalinya, bagaimana aliran dananya, dan putus seluruh mata rantai jaringan narkotika,” katanya.
Di sisi lain, Abu Bakar mengingatkan agar masyarakat di Kampung Bahari maupun kawasan lain tidak mendapatkan stigma akibat keberadaan jaringan narkotika.
“Narkoba bukan identitas sebuah wilayah di lingkup kota. Yang harus diberantas adalah jaringan kejahatannya. Masyarakat umum, khususnya anak muda yang menjadi korban, harus dilindungi dan diselamatkan,” ujarnya.
Pemuda Kota juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum, pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi.
“Prinsip kami jelas: tangkap bandarnya, selamatkan korbannya. Mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika harus diberi ruang untuk pulih dan kembali produktif,” kata Abu Bakar.
Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Pemuda, masyarakat, sekolah, komunitas lokal, dan organisasi mahasiswa serta kepemudaan harus menjadi bagian dari gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Negara bergerak, masyarakat bergerak, pemuda adalah pelopor utama gerakan tersebut. Tidak boleh ada bandar yang merasa lebih kuat daripada negara dan aparat kepolisian,” tegasnya.
Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemuda Kota Republik Indonesia menyerukan semangat baru:
“MERDEKA DARI NARKOTIKA. MERDEKA UNTUK BERPRESTASI. MERDEKA UNTUK MEMBANGUN MASA DEPAN INDONESIA.”
Abu Bakar MBS menegaskan Pemuda Kota siap menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika.
“Merah Putih harus berkibar di langit Indonesia, bukan narkotika di tangan generasi muda. Kemerdekaan harus kita jaga dengan menyelamatkan generasi bangsa,” tutup Abu Bakar MBS, Ketua Umum Pemuda Kota Republik Indonesia. []


