JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Sejumlah mahasiswa dan pemuda-pemudi Betawi dibekali pemahaman sejarah, identitas budaya, serta wawasan kebangsaan melalui Diklat Mahasiswa dan Pemuda/Pemudi Betawi tentang Sejarah dan Peradaban Etnis Betawi Angkatan Kedua, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tjokro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sejak pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan.
Diklat dimoderatori Alfan Ramdoni dengan materi yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap perjalanan sejarah, perkembangan masyarakat, identitas Betawi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan zaman.
Narasumber pertama, H. Zainuddin, MH, SE (H. Oding), Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, menyampaikan materi bertajuk “Betawi Kekinian dan Perkembangannya dalam Perspektif Sejarah.”
Dalam paparannya, peserta diajak melihat masyarakat Betawi tidak hanya dari aspek budaya dan tradisi, tetapi juga memahami perjalanan sejarah yang membentuk identitas Betawi serta dinamika perkembangannya hingga saat ini.
Materi selanjutnya disampaikan Dr. Hj. Ella Silvia, SH, MH, CLA, CCD, CLD dengan tema “Sejarah Lokal Betawi.”
Materi tersebut menekankan pentingnya sejarah lokal sebagai bagian dari proses mengenali jati diri. Sejarah tidak hanya dipahami sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran untuk memahami perubahan sosial dan menentukan sikap dalam menghadapi masa depan.
Pertanyaan mengenai mengapa generasi muda perlu mengetahui sejarah menjadi salah satu pokok penting dalam diklat tersebut.
Dengan memahami sejarah, generasi muda diharapkan tidak sekadar mengenal asal-usul dan peninggalan leluhur, tetapi mampu mengambil pelajaran dari perjalanan masa lalu untuk menghadapi persoalan dan tantangan pada masa kini maupun mendatang.
Sementara itu, materi “Pencegahan Radikalisme dan Ekstremisme bagi Generasi Muda Kaum Betawi” disampaikan Kombes Pol (Purn) Dr. H. Muhammad Zarkasih, SH, MH, M.Si, CRA.
Pembekalan ini menyoroti pentingnya ketahanan diri generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh dan tantangan sosial, termasuk paham radikalisme dan ekstremisme.
Generasi muda Betawi juga didorong memiliki pemahaman keagamaan yang baik, wawasan kebangsaan, serta kesadaran untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Jakarta.
Peserta diklat berasal dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN, UNJ, UIA, Universitas Pancasila, dan Universitas Jayabaya, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan karakter bagi generasi muda Betawi agar tidak tercerabut dari sejarah dan identitas budayanya di tengah perkembangan zaman.
Pemahaman terhadap sejarah, budaya, wawasan kebangsaan, dan ketahanan generasi muda diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mengambil peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat serta pembangunan Jakarta.
Kegiatan Diklat Mahasiswa dan Pemuda/Pemudi Betawi Angkatan Kedua kemudian ditutup oleh Sekjen Bamus Kaum Betawi 1982, H. Moch. Ihsan, SH. Penutupan ditandai dengan pembacaan hamdalah bersama, dilanjutkan dengan foto bersama para narasumber, panitia, dan peserta. (Yansen)





