JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk terus diperkuat di wilayah Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Salah satunya melalui monitoring pengusulan RW 08 Kelapa Dua sebagai kandidat Kampung Bebas Jentik.
Kegiatan monitoring berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Sekretariat RW 08 Kelapa Dua. Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan kader Jumantik bersama seluruh unsur wilayah.
Dalam monitoring tersebut, kader Jumantik diarahkan untuk melakukan sosialisasi dan pemeriksaan secara menyeluruh di berbagai lingkungan, mulai dari perkantoran, sekolah, rumah tinggal, restoran atau rumah makan, hingga fasilitas lainnya yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Selain sosialisasi, kader juga akan melaksanakan monitoring secara berkala dengan mengambil sampling pada rumah-rumah yang memiliki tempat penampungan air seperti bak mandi, area tanaman, kolam hewan, serta tempat lain yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Program tersebut juga mendorong gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, dengan memberdayakan setiap keluarga agar secara rutin melakukan pemeriksaan, pemantauan, sekaligus pemberantasan jentik di lingkungan rumah maupun bangunan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Camat Minta Gerakan Bersih Lingkungan Segera Dimulai
Dalam kesempatan tersebut, Camat Kebon Jeruk H. Agus Mulyadi memberikan arahan agar seluruh perangkat wilayah tidak menunda langkah pencegahan.
Seluruh unsur wilayah diminta mulai bergerak pada pekan ini dengan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara bersama-sama. Kebersihan lingkungan dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
Semangat pencegahan juga diperkuat dengan rencana peningkatan perhatian terhadap para kader Jumantik. Lurah Kelapa Dua Elfin Ridho Putra menyampaikan bahwa akan ada perubahan terkait honor kader Jumantik sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas mereka di lapangan.
Selain itu, apresiasi juga disiapkan bagi kader dan wilayah yang mampu menjaga kondisi zero kasus. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi agar kader semakin aktif melakukan pemantauan dan masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
RW 08 Siapkan Sistem Digital
Untuk mendukung kinerja kader, Ketua RW 08 Kelapa Dua Bisri Ali juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan website yang dapat digunakan untuk mendorong dan mendukung kerja kader Jumantik.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu proses pemantauan sekaligus memperkuat koordinasi antara kader, pengurus lingkungan, dan unsur pemerintahan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pengusulan RW 08 sebagai kandidat Kampung Bebas Jentik tidak hanya menjadi program administratif, tetapi diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.
Keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pemeriksaan, kepedulian setiap keluarga, dan sinergi seluruh unsur wilayah. Sebab, lingkungan yang bebas dari jentik bukan semata-mata tanggung jawab kader Jumantik, melainkan tanggung jawab bersama.
Unsur yang Hadir
Kegiatan monitoring dihadiri oleh:
- Camat Kebon Jeruk
- Lurah Kelapa Dua
- Kasi Kesra Kelurahan Kelapa Dua
- Ketua RW 08 Kelapa Dua
- LMK 08 Kelapa Dua
- Dinas Kesehatan Kecamatan Kebon Jeruk
- Puskesmas Pembantu Kelurahan Kelapa Dua
- FKDM Kelapa Dua
Monitoring ini menjadi bagian dari langkah bersama membangun lingkungan Kelapa Dua yang lebih bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman penyakit yang bersumber dari perkembangbiakan nyamuk. (Yansen)


