JAKARTA, 6 Agustus 2026 – Rangkaian pameran dan pertemuan bisnis Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026, hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, TTG Asia, dan ENCPRO, sukses diselenggarakan pada 28–31 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Sebagai penutup manis dari ajang Business to Business (B2B) industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) berskala internasional ini, digelar program familiarization trip (famtrip) menuju gugusan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta yang memfasilitasi famtrip khusus bagi 30 buyers internasional. Delegasi tersebut mewakili 13 negara lintas benua, dengan peserta terbanyak berasal dari Tiongkok, India, Polandia, dan Uni Emirat Arab. Mereka diajak merasakan secara langsung pesona wisata bahari dan warisan maritim Ibu Kota.
Famtrip ini menjadi ajang untuk mempromosikan potensi Jakarta sebagai kota tuan rumah penyelenggaraan event bisnis kelas dunia. Hal ini sejalan dengan misi besar IBEM 2026 yang tahun ini berhasil mempertemukan sebanyak 370 buyers terkurasi dari dalam dan luar negeri dengan para pelaku industri pariwisata Nusantara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, menyampaikan bahwa program famtrip merupakan bagian integral dari strategi promosi Jakarta kepada pasar global.
"Kegiatan famtrip ini menjadi sarana esensial untuk mendemonstrasikan secara langsung kepada para buyers bahwa Jakarta memiliki potensi pariwisata yang komprehensif. Selain unggul sebagai pusat bisnis dan MICE, Jakarta menawarkan pariwisata bahari dan sejarah bertaraf internasional di Kepulauan Seribu. Kami menargetkan agar para delegasi dapat merasakan pengalaman wisata secara nyata yang melampaui batasan literatur promosi," ujar Andhika.
Menyusuri Jejak Sejarah dan Keindahan Bahari
Perjalanan dimulai pukul 07.30 WIB dari Dermaga Sunda Kelapa, titik bersejarah kejayaan jalur perdagangan maritim Nusantara. Rombongan kemudian menyeberang menuju Pulau Macan, sebuah pulau eksotis berpasir putih, untuk menikmati berbagai aktivitas pantai serta hidangan laut khas yang telah disiapkan.
Perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Onrust dan Pulau Cipir. Di kedua pulau tersebut, delegasi diajak menelusuri jejak era kolonial melalui reruntuhan benteng, bekas galangan kapal, hingga peninggalan fasilitas karantina haji. Perpaduan wisata bahari dan sejarah ini dirancang untuk mengubah pandangan bahwa Jakarta tidak hanya identik dengan gedung-gedung pencakar langit.
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan bahwa rute tersebut dikurasi secara khusus guna menampilkan keragaman destinasi wisata Kepulauan Seribu.
"Kami sengaja memilih rute yang memadukan wisata bahari dan wisata sejarah dalam satu hari perjalanan agar buyers dapat melihat keragaman produk wisata Kepulauan Seribu sekaligus. Pulau Macan mewakili sisi rekreasi pantai yang segar, sementara Onrust dan Cipir menghadirkan narasi sejarah maritim yang kuat. Ini adalah paket lengkap yang bisa mereka tawarkan kembali ke pasar mereka masing-masing," jelas Lucky.
Diplomasi Pariwisata Lewat Pengalaman Langsung
Pelibatan delegasi mancanegara melalui famtrip Kepulauan Seribu diharapkan dapat melahirkan berbagai paket wisata inovatif yang mendukung aktivitas bisnis di Jakarta. Pengalaman langsung (first-hand experience) dinilai menjadi strategi diplomasi pariwisata yang efektif untuk mendorong para buyers memasukkan Jakarta ke dalam kalender event dan destinasi wisata bagi pasar mereka.
Rombongan kembali tiba di Dermaga Sunda Kelapa pada pukul 15.15 WIB. Kepulangan tersebut sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026, yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan sektor MICE di Asia Tenggara maupun di tingkat global. []


