JAKARTA SELATAN, infoDKJ.com | Komitmen meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an sekaligus memperkuat peran guru ngaji di Jakarta kembali ditegaskan dalam pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) se-Jakarta Selatan periode 2026–2031.
Pelantikan digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan Buncit Raya No. 2, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026).
Ketua Umum DPW FKPQ DKI Jakarta secara resmi melantik jajaran DPC dan DPRt FKPQ se-Jakarta Selatan. Momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus langkah awal untuk memperluas gerakan pendidikan Al-Qur’an hingga tingkat masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI, Bunda Hj. Fahira Idris, Kabid Pakis dan Katimker Parkis Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Presiden Indonesia Mengaji KH Hidayat, serta Direktur Jakarta Quranic Center KH Nur Fawauddin, M.Pd.
Dalam sambutannya, Bunda Hj. Fahira Idris menegaskan pentingnya menjadikan gerakan pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Jakarta yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an.
Ia berharap keberadaan FKPQ dapat menjadi kekuatan dalam mewujudkan Jakarta yang terbebas dari buta baca Al-Qur’an.
“Ke depan, melalui FKPQ yang dimulai dari Jakarta, kita berharap Jakarta bebas dari buta baca Al-Qur’an. Karena itu, kesejahteraan guru ngaji juga wajib diperhatikan dan perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Fahira.
Menurutnya, guru ngaji memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Karena itu, keberadaan dan kesejahteraan mereka perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari penguatan pendidikan Al-Qur’an.
Sementara itu, Ketua Umum DPW FKPQ DKI Jakarta dalam pesannya seusai pelantikan mengingatkan para pengurus yang baru dilantik bahwa amanah organisasi ke depan bukanlah tugas ringan.
Namun, ia mengajak seluruh jajaran FKPQ untuk menghadapinya dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Tugas ke depan tidak ringan. Oleh karenanya, mari bersama, bersama berjuang dan berjuang bersama-sama, agar tugas dan amanah yang kita emban bisa lebih ringan dan mudah,” pesannya.
Pelantikan DPC dan DPRt FKPQ se-Jakarta Selatan periode 2026–2031 tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi organisasi dari tingkat wilayah hingga akar rumput.
Lebih dari sekadar pelantikan kepengurusan, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru dalam memperluas pendidikan Al-Qur’an, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperjuangkan perhatian yang lebih besar terhadap para guru ngaji di Jakarta.
Dengan sinergi antara FKPQ, pemerintah, Kementerian Agama, tokoh agama, dan masyarakat, gerakan pemberantasan buta baca Al-Qur’an diharapkan dapat semakin nyata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (GM)




