JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Lailatul Ijtima’ bukan sekadar kegiatan rutin warga Nahdlatul Ulama (NU). Di tingkat ranting, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, merawat tradisi keagamaan, sekaligus memastikan khidmah jam’iyyah terus hidup di tengah masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Lailatul Ijtima’ dan Silaturahmi Pengurus Ranting NU Kebon Jeruk yang digelar Sabtu malam, 19 September 2026, di TKQ Darul Istiqomah, Jalan Angsana Dalam RT 05/RW 05, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri perwakilan Pengurus PC NU Jakarta Barat, Pengurus MWC NU Kebon Jeruk, Pengurus Ranting NU se-Kebon Jeruk, serta Banom NU se-Kebon Jeruk.
Hadir sebagai penceramah, KH. Ahmad Mahrus Iskandar, B.Sc. Sementara rangkaian acara diisi dengan tahlilan dan doa serta pembacaan kitab Maulid oleh Tim Hadroh Al Masthuriyah.
Acara dibuka oleh Ust. M. Kholil selaku MC dan dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Ust. Ahmad Khotibul Umam.
KH. Ahmad Mahrus: Lailatul Ijtima’ Ruh Jam’iyyah NU
Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Mahrus menekankan bahwa kehadiran jamaah dalam Maulid Nabi sekaligus Lailatul Ijtima’ merupakan bagian dari kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ia menyebut Lailatul Ijtima’ memiliki posisi penting dalam kehidupan jam’iyyah NU karena menjadi ruang bertemunya warga Nahdliyyin untuk memperkuat silaturahmi, doa, dan kebersamaan.
“Lailatul Ijtima’ merupakan ruhnya kegiatan jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Rantingnya kompak, MWC-nya kuat,” ujar KH. Ahmad Mahrus.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk terus mempertahankan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kekuatan NU tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi, tetapi juga pada keterlibatan warga secara kultural di tengah masyarakat.
“Teruskan perjuangan kegiatan Lailatul Ijtima’ ini. Insya Allah, kita warga Nahdliyyin, baik yang struktural maupun kultural, akan mendapatkan keridhaan Allah, dengan syafaat Rasulullah dan berkah doa para ulama, khususnya para muassis NU,” pesannya.
Ia juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya istighfar, doa, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keberkahan kehidupan umat.
Ketua Ranting dan MWC Tekankan Kebersamaan
Sebelumnya, Ketua Ranting NU Kebon Jeruk Ust. Ahmad Azis menyampaikan sambutan terkait pentingnya menjaga keberlangsungan kegiatan dan kebersamaan warga NU di tingkat ranting.
Sementara Ketua MWC NU Kebon Jeruk H. Amru Zuhri, S.Kom., turut memberikan sambutan dan menegaskan pentingnya silaturahmi serta sinergi antara MWC, ranting, dan Banom dalam menjalankan khidmah NU.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ust. Ahmad Zarkasi.
Lailatul Ijtima’ tersebut berakhir sekitar pukul 22.30 WIB.
Bagi NU Kebon Jeruk, pertemuan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda keagamaan. Ia menjadi ruang konsolidasi kultural untuk menjaga tradisi, mempererat hubungan antarstruktur, dan memperkuat khidmah warga Nahdliyin di tengah masyarakat.
Ranting yang aktif dan kompak menjadi fondasi penting bagi kuatnya jam’iyyah NU di tingkat MWC. (Yansen)




