JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H di RW 02, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berlangsung khidmat dan semarak pada Sabtu (19/9/2026) malam.
Tidak sekadar menjadi agenda tahunan, kegiatan yang digelar oleh gabungan Majelis Ratib, Asmaulhusna, dan Majelis Taklim RW 02 tersebut menjadi ruang silaturahmi warga sekaligus momentum untuk menghidupkan tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Bertempat di Sekretariat RW 02, rangkaian kegiatan dimulai sejak sore dengan Salat Magrib berjamaah. Jamaah kemudian mengikuti pembacaan Ratib Al-Athos dan Asmaulhusna yang dipimpin Habib Ahmad bin Isa Al-Athos, Khodimul Majelis Ratib dan Asmaulhusna.
Selepas Salat Isya berjamaah, suasana semakin semarak dengan lantunan qosidah. Warga bersama jamaah kemudian mengikuti acara inti yang diawali pembacaan tahlil dan doa oleh Ustaz Haitami, Guru Tetap Majelis Taklim Malam Sabtu RW 02.
Rangkaian selanjutnya diisi dengan pembacaan Maulid Simtudduror oleh Majelis Taklim Gabungan. Pembacaan maulid tersebut menjadi salah satu bagian penting sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Sejumlah tokoh agama dan pemerintahan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Habib Ahmad bin Isa Al-Athos, Lurah Kelapa Dua Elfin Ridho Putra yang diwakili Sekretaris Kelurahan Noveri Tauhid, serta Ketua RW 02 Kelapa Dua H. Suheri.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara unsur masyarakat, tokoh agama, dan pemerintahan dalam menjaga kehidupan sosial-keagamaan di lingkungan RW 02.
Tausiah: Maulid Bukan Sekadar Seremoni
Puncak acara diisi tausiah agama oleh Habib Mujtaba Al-Athos, mubalig sekaligus tokoh agama Kecamatan Kebon Jeruk, bersama Habib Husen bin Djafar Al-Hadad, Guru Tetap Darul Aytam Sa'adathuddarain, dan Habib Muhammad bin Ali Asseghaf.
Pesan utama yang mengemuka dalam peringatan tersebut adalah pentingnya menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada lantunan shalawat dan pembacaan maulid, tetapi diwujudkan melalui keteladanan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid menjadi momentum untuk kembali mengingat bagaimana Rasulullah SAW membangun kehidupan masyarakat dengan akhlak, kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti setelah acara berakhir. Nilai-nilai yang disampaikan dalam majelis diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Ditutup Doa dan Ramah Tamah
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan talkin yang dipimpin Ustaz H. Hamdani H. Abdul Hamid, tokoh agama sekaligus sesepuh RW 02 Kelapa Dua.
Usai acara, warga mengikuti ramah tamah. Suasana keakraban terlihat ketika warga, ulama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintahan berbaur dalam satu majelis.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RW 02 Kelapa Dua akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan merawat kebersamaan warga.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berubah, tradisi seperti Maulid, majelis taklim, dzikir, dan silaturahmi menjadi salah satu ruang penting untuk menjaga hubungan antarsesama sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.



